Apa Saja Efek Samping yang Mungkin Terjadi pada Terapi NAD+?

Ketika pasien menanyakan tentang terapi NAD+, baik yang masuk lewat infus maupun yang dikembangkan lewat bentuk prekursor, salah satu pertanyaan paling wajar adalah: aman nggak? apa risikonya? Jawaban singkatnya: banyak orang mentolerirnya dengan baik, tetapi seperti prosedur medis lain, ada efek samping yang harus dipahami dan dimonitor. Di bawah ini saya jelaskan dengan bahasa sederhana apa yang biasanya terjadi, mengapa hal itu bisa muncul, dan apa yang bisa dilakukan agar prosedur tetap aman. 

Pertama-tama, penting dipahami bahwa istilah “NAD+ therapy” bisa mencakup beberapa hal: infus NAD+ langsung, atau pemberian prekursor oral seperti nicotinamide riboside (NR) atau nicotinamide mononucleotide (NMN). Banyak studi klinis modern mempelajari prekursor ini dan melaporkan profil keamanan yang relatif baik; tetapi jenis dan frekuensi efek samping bisa berbeda tergantung metode pemberian dan dosis.  

Efek samping ringan yang paling sering dilaporkan 

Dalam praktik klinik dan uji klinis, efek yang paling sering dilaporkan adalah sementara dan cenderung ringan: mual, rasa hangat atau “flushing”, sakit kepala, pusing ringan, atau kelelahan sesaat. Pada pasien yang mendapatkan infus, beberapa keluhan juga berkaitan dengan laju infus — jika cairan masuk terlalu cepat, pasien bisa merasa tidak nyaman, dan keluhan biasanya hilang bila laju diperlambat. Tim medis dapat menyesuaikan kecepatan infus untuk mengurangi gejala ini.  

Efek pada hati, ginjal, dan potensi toksisitas jangka panjang 

Sejauh ini uji klinis pada manusia dengan NMN/NR selama hitungan minggu–bulan belum menunjukkan bukti toksisitas berat pada fungsi hati atau ginjal pada dosis yang diuji (biasanya sampai beberapa ratus mg hingga beberapa gram per hari untuk periode pendek). Namun, studi jangka panjang yang besar masih terbatas—oleh karena itu kehati-hatian tetap dianjurkan untuk penggunaan berkepanjangan atau dosis jauh di atas yang diteliti. Jika Anda memiliki penyakit hati, ginjal, atau sedang minum obat tertentu, konsultasi sebelum memulai sangat penting.  

Reaksi infus dan risiko lokal 

Untuk pasien yang menjalani infus NAD+, selain reaksi sistemik ringan terdapat juga risiko lokal yang umum pada semua tindakan infus: nyeri di lokasi suntik, memar, atau jarang terjadi infeksi pada situs pemasangan, bila teknik aseptik tidak optimal. Pemantauan oleh tenaga medis berpengalaman meminimalkan risiko ini. 

Interaksi obat dan kondisi khusus 

NAD+ dan metabolitnya berinteraksi dengan jalur biokimia penting—sehingga ada potensi interaksi dengan obat tertentu atau kondisi medis (mis. gangguan metabolik, penyakit autoimun, atau terapi yang memengaruhi fungsi hati). Contohnya, pasien yang memakai obat yang memodulasi sistem metabolisme atau yang rentan terhadap fluktuasi homosistein perlu dievaluasi lebih dulu. Selalu informasikan semua obat dan suplemen yang Anda gunakan saat berkonsultasi.  

Apakah ada risiko serius? 

Bukti modern menunjukkan bahwa pada dosis yang diuji dalam studi klinis singkat sampai menengah efek serius sangat jarang, tetapi data tentang penggunaan jangka panjang atau penggunaan dosis sangat tinggi masih kurang. Karena itu regulator dan peneliti menganjurkan agar dosis tinggi di luar uji klinis tetap dihindari sampai ada bukti jangka panjang yang cukup.  

Langkah Praktis Bagi Pemula 

Bagi Anda yang baru akan memulai terapi NAD+, berikut rekomendasi untuk Anda agar lebih mantap dan yakin dalam memulai terapi yang akan memberikan benefit bagi kondisi Anda: 

  1. Konsultasi sebelum memulai. Dokter akan menilai riwayat penyakit, obat yang dikonsumsi, dan melakukan pemeriksaan laboratorium bila perlu. 
  2. Pantau efek samping. Selama infus atau setelah mulai suplemen, laporkan segera mual berat, nyeri dada, sesak, perubahan tajam tekanan darah, atau gejala baru lainnya. 
  3. Uji laboratorium berkala. Untuk penggunaan berulang/jangka panjang, pemeriksaan fungsi hati, ginjal, dan marker metabolik bisa dianjurkan. 
  4. Jangan hentikan obat atau terapi kronis tanpa instruksi dokter. NAD+ adalah terapi pendamping, bukan pengganti obat utama. 

 

Referensi  

  1. Berven H., dkk. NR-SAFE: randomized, double-blind safety trial of high-dose nicotinamide riboside. Nature Communications 2023. DOI: 10.1038/s41467-023-43514-6. Nature 
  2. Yi L., dkk. The efficacy and safety of β-nicotinamide mononucleotide (NMN) supplementation in healthy middle-aged adults. Geroscience 2023. DOI: 10.1007/s11357-022-00705-1. PubMed 
  3. Song Q., dkk. The safety and anti-aging effects of nicotinamide mononucleotide in human clinical trials: an update. Advances in Nutrition 2023. DOI: 10.1016/j.advnut.2023.08.008. PubMed 
  4. Gindri I.M., dkk. Evaluation of safety and effectiveness of NAD in different clinical conditions: systematic review. Am J Physiol Endocrinol Metab. 2024. DOI: 10.1152/ajpendo.00242.2023. Physiological Reviews 
  5. Hwang E.S., Song S.B. Possible adverse effects of high-dose nicotinamide: mechanisms and safety assessment. Biomolecules 2020. DOI: 10.3390/biom10050687. MDPI 
Apakah informasi ini bermanfaat?
YaTidak
  • PreviGEN
  • Layanan
  • Promo
  • #BerdayaCegahHPV