Apakah Perlu Puasa atau Justru Harus Makan Sebelum Infus NAD+?
Banyak pasien yang mempertimbangkan infus NAD+ menanyakan hal sederhana namun penting: “Harus puasa dulu, atau malah makan ringan sebelum datang?” Jawabannya tidak hitam-putih. Saat ini, bukti ilmiah yang secara langsung meneliti efek status makan (puasa vs makan ringan) sebelum infus NAD+ masih sangat terbatas. Namun, kita bisa menarik kesimpulan praktis dari penelitian terbaru tentang keselamatan NAD⁺/prekursornya dan praktik klinis terkini — lalu menyusunnya jadi panduan yang masuk akal dan aman untuk pasien.
Apa yang dibuktikan ilmu terbaru?
Dalam beberapa tahun terakhir, riset tentang cara menaikkan kadar NAD+ fokus pada prekursor oral seperti nicotinamide riboside (NR) dan NMN. Uji klinis modern (termasuk uji keamanan) menunjukkan prekursor ini umumnya ditoleransi dengan baik pada manusia dan memberi gambaran bahwa intervensi terkait NAD⁺ relatif aman bila dipantau secara medis. Sebagai contoh, uji keamanan besar untuk NR (NR-SAFE) melaporkan profil efek samping yang bisa dikelola. Selain itu, studi pilot terkini menguji pemberian NR maupun NAD+ lewat infus secara akut dan melaporkan tolerabilitas yang baik pada partisipan sehat—namun penelitian ini masih awal.
Mengapa beberapa klinik menyarankan puasa ringan?
Di praktik klinis, banyak penyedia layanan merekomendasikan puasa ringan (mis. 4–6 jam tanpa makanan berat) sebelum sesi NAD+ IV. Alasan praktik ini bersifat pragmatis:
- Mengurangi kemungkinan mual — beberapa pasien melaporkan rasa tidak nyaman pada perut atau mual saat infus; perut yang tidak penuh cenderung mengurangi risiko tersebut.
- Memudahkan pemantauan — bila pasien merasa pusing atau tidak nyaman, tenaga medis dapat lebih cepat menilai apakah gejala berkaitan dengan metabolisme atau respon terhadap infus.
- Preferensi pengalaman pasien — banyak orang melaporkan merasa lebih nyaman selama infus bila tidak makan berat sebelumnya.
Di sisi lain, beberapa klinik lebih fleksibel: pasien yang mudah pusing saat perut kosong dianjurkan makan ringan (mis. buah, roti gandum) 1 jam sebelum sesi agar kadar gula darah stabil. Perbedaan ini mencerminkan pendekatan individual pada kenyamanan pasien.
Apa rekomendasi praktis untuk pasien?
Berikut panduan sederhana yang bisa Anda ikuti sebelum jadwal infus NAD+:
- Minum air yang cukup pada hari terapi — hidrasi memudahkan akses vena dan membantu kenyamanan.
- Jika Anda mudah mual saat perut penuh, pertimbangkan untuk berpuasa ringan 4–6 jam sesuai instruksi klinik.
- Jika Anda mudah pusing saat perut kosong, makanlah makanan ringan rendah lemak sekitar 1 jam sebelum sesi (mis. pisang, roti gandum, yoghurt).
- Hindari alkohol dan kafein berlebih sebelum terapi karena keduanya dapat memengaruhi toleransi dan hidrasi.
- Beri tahu staf medis tentang riwayat penyakit, obat yang dikonsumsi, atau pengalaman reaksi infus sebelumnya — sehingga protokol dapat disesuaikan.
Selalu ikuti instruksi spesifik dari klinik Anda: protokol dapat berbeda antar penyedia dan tergantung pada dosis/protokol infus yang akan diberikan.
Kesimpulan
Tidak ada bukti kuat yang menyatakan bahwa semua pasien harus puasa sebelum infus NAD+. Pilihan terbaik adalah yang disesuaikan: beberapa orang merasa lebih nyaman dengan puasa ringan; yang lain butuh makanan ringan agar tidak pusing. Karena bukti ilmiah langsung masih terbatas, keputusan praktis saat ini menggabungkan pengetahuan klinis, preferensi pasien, dan prinsip keamanan.
Referensi
- Gindri IM, et al. Evaluation of safety and effectiveness of NAD in different clinical conditions: a systematic review. Am J Physiol Endocrinol Metab. 2024 Apr 1;326(4):E417–E427. doi: 10.1152/ajpendo.00242.2023.
- Berven H, et al. NR-SAFE: a randomized, double-blind safety trial of high-dose nicotinamide riboside. Nat Commun. 2023;14:???. doi: 10.1038/s41467-023-43514-6.
- Hawkins J, Idoine R, Kwon J, et al. Randomized, placebo-controlled, pilot clinical study evaluating acute Niagen® (NR) IV and NAD+ IV in healthy adults. medRxiv. 2024 Jun 6. doi: 10.1101/2024.06.06.24308565.
- McDermott MM, et al. Effects of nicotinamide riboside in peripheral artery disease: randomized trial. Nat Commun. 2024. doi: 10.1038/s41467-024-49092-5.
- Iqbal T, et al. Therapeutic perspective of NAD+ precursors in age-related disease. Biochem Pharmacol. 2024.