Herbal untuk Membakar Lemak dan Menjaga Metabolisme: Apa Kata Penelitian?
Mencari metode alami untuk membantu pembakaran lemak kini semakin populer di kalangan pasien. Berbagai herbal tradisional telah diteliti untuk melihat apakah mereka benar-benar dapat membantu memperbaiki metabolisme, menurunkan kadar gula darah, atau mengurangi lemak tubuh. Enam herbal berikut memiliki dasar ilmiah yang menarik meski tingkat buktinya berbeda-beda. Artikel ini memberikan penjelasan medis berbasis literatur terbaru.
Rosella (Hibiscus sabdariffa): Mendukung Perbaikan Sindrom Metabolik
Rosella merupakan salah satu herbal dengan bukti ilmiah paling kuat dalam memperbaiki parameter metabolik. Berbagai studi menunjukkan bahwa rosella memiliki sifat anti-hipertensi, anti-diabetes, anti-dislipidemia, dan anti-obesitas.
Salah satu mekanisme penting rosella adalah kemampuannya meningkatkan nitric oxide (NO) dalam darah, yang membantu memperbaiki elastisitas pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Beberapa penelitian juga mencatat penurunan lingkar pinggang dan lemak tubuh pada populasi berisiko.
Kudzu (Pueraria lobata): Menargetkan Lemak Perut dan Resistensi Insulin
Kudzu, yang kaya puerarin, telah lama dipakai sebagai herbal pengatur metabolisme. Beberapa penelitian modern menunjukkan bahwa kudzu mendukung perbaikan metabolic syndrome, sebuah kondisi yang ditandai oleh lemak perut berlebih, hipertensi, kolesterol tinggi, dan resistensi insulin.
Puerarin bekerja pada jalur metabolik penting seperti AMPK dan GLUT4, yang membantu mengurangi peradangan metabolik, meningkatkan sensitivitas insulin, dan menurunkan trigliserida.
Amur Cork Bark (Phellodendron amurense): Menyehatkan Usus dan Membantu Penurunan Berat Badan
Herbal ini secara tradisional digunakan untuk menyehatkan sistem pencernaan. Studi modern menyoroti potensinya dalam modulasi mikrobiota usus, mengurangi kembung, retensi cairan (edema), dan membantu mengendalikan berat badan.
Dalam beberapa penelitian, Phellodendron menunjukkan kemampuan mengurangi peradangan usus serta memperbaiki metabolisme melalui sumbu usus–otak, yang memengaruhi rasa lapar dan pengolahan nutrisi. Beberapa studi kombinasi juga mencatat penurunan berat badan ketika digunakan bersama herbal lain.
Ampala / Pare (Momordica charantia): Meningkatkan Produksi Insulin dan Menghambat Sel Lemak
Pare adalah herbal yang secara konsisten menunjukkan efek antidiabetes. Penelitian modern menunjukkan bahwa pare dapat meningkatkan jumlah sel beta pankreas, sehingga memperbaiki produksi insulin.
Selain itu, pare juga dapat menghambat pembentukan sel lemak baru, sebuah proses yang penting dalam mencegah bertambahnya massa lemak tubuh. Mekanismenya mirip dengan ginseng dan berberine, yaitu melalui modulasi jalur AMPK dan pengurangan stres oksidatif pada jaringan lemak.
Maca Root (Lepidium meyenii): Meningkatkan Glutathione dan Menstabilkan Gula Darah
Akar maca kaya akan senyawa yang meningkatkan glutathione, antioksidan yang penting dalam menjaga imunitas, menyeimbangkan kolesterol, dan melindungi sel hati.
Beberapa studi menunjukkan bahwa maca dapat meningkatkan toleransi glukosa, menurunkan gula darah, serta mendukung kesehatan jantung dan kondisi seperti diabetes atau sindrom metabolik. Walaupun tidak membakar lemak secara langsung, maca menciptakan kondisi metabolik yang lebih sehat.
Coptis Goldthread (Coptis trifolia): Herbal Pencernaan dengan Aktivitas Antibakteri
Goldthread memiliki sejarah panjang dalam pengobatan herbal untuk masalah asam lambung, infeksi parasit, hingga gangguan pencernaan yang melibatkan bakteri patogen. Senyawa di dalamnya bersifat antibakteri dan antiinflamasi, sehingga membantu menstabilkan kesehatan usus.Kesehatan usus yang baik merupakan fondasi metabolisme yang optimal. Dengan demikian, goldthread dapat mendukung proses penyerapan nutrisi dan regulasi berat badan secara tidak langsung.
Kesimpulan
Keenam herbal ini memberikan manfaat metabolik yang berbeda-beda. Rosella, pare, dan kudzu memiliki bukti paling kuat dalam mendukung perbaikan metabolik, sementara maca, Phellodendron, dan Coptis lebih bekerja pada aspek pendukung seperti pencernaan, antiinflamasi, dan pengendalian gula darah.
Herbal dapat digunakan sebagai pelengkap, bukan pengganti, diet sehat dan aktivitas fisik. Konsultasikan penggunaan herbal dengan dokter, terutama bila Anda memiliki penyakit kronis atau sedang mengonsumsi obat tertentu. Hubungi Klinik Utama Previ sekarang untuk konsultasi lebih lanjut.
Referensi
- Dilokthornsakul P, et al. Clinical effects of Hibiscus sabdariffa on obesity: A systematic review and meta-analysis. Complement Ther Med. 2024. DOI: 10.1016/j.ctim.2024.103063
- Jing X, et al. Effects of puerarin on glucose and lipid metabolism in metabolic syndrome. Foods. 2022. DOI: 10.3390/foods11233941
- Feng X, et al. Berberine and Phellodendron extracts modulate gut microbiota and obesity-related inflammation. Molecules. 2023. DOI: 10.3390/molecules28135019
- Laczkó-Zöld E, et al. The metabolic effect of Momordica charantia: systematic review and meta-analysis. Front Nutr. 2024. DOI: 10.3389/fnut.2023.1200801
- Huerta Ojeda Á, et al. Effects of maca on physical and metabolic parameters: systematic review & meta-analysis. Nutrients. 2025. DOI: 10.3390/nu17010107
- Sheng X, et al. Antibacterial and anti-inflammatory activities of Coptis species: implications for digestive disorders. Front Pharmacol. 2022. DOI: 10.3389/fphar.2022.862903