HIV/AIDS: Kenali Perbedaan Kunci dan Cara Kerja Virus di Tubuh Kita
Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) masih sering disalahpahami. Untuk melawan virus ini secara efektif dan mematahkan stigma, kita perlu memahami dua hal mendasar: perbedaan antara HIV dan AIDS, serta bagaimana virus tersebut bekerja secara cerdas menyerang sistem kekebalan tubuh.
- Perbedaan Kunci: HIV vs. AIDS
HIV dan AIDS sering digunakan secara bergantian, padahal keduanya merujuk pada fase yang berbeda dari infeksi.
HIV adalah virusnya. Ini adalah retrovirus yang secara spesifik menargetkan dan menghancurkan sel-sel penting dalam sistem kekebalan tubuh, yaitu sel CD4 T lymphocytes (sering disebut sel T penolong). Begitu HIV masuk ke dalam tubuh, virus mulai mereplikasi diri secara cepat, terutama di jaringan limfoid. Pasien HIV positif dapat menjalani hidup normal bertahun-tahun tanpa menunjukkan gejala, selama virus berhasil ditekan dengan terapi.
AIDS adalah kondisi klinis yang didapat sebagai fase lanjut dari infeksi HIV yang tidak terkontrol. Ini adalah sindrom (kumpulan gejala) yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh sudah sangat rusak. Jumlah sel CD4 turun di bawah 200 sel/mm2.
- Cara Kerja Virus HIV: Strategi Penyerangan Cerdas
HIV bukan hanya virus biasa; ia menggunakan strategi cerdas untuk menyerang sistem pertahanan tubuh, menjadikannya sulit untuk diberantas oleh sistem imun atau disembuhkan oleh obat-obatan.
Fase 1: Penargetan dan Pengikatan
HIV menargetkan sel CD4 T lymphocytes karena sel ini memiliki reseptor khusus (CD4 dan co-reseptor CCR5 atau CXCR4) di permukaannya.
- Mekanisme: Virus menggunakan protein permukaannya untuk mengunci diri ke reseptor CD4, memungkinkan membran virus menyatu dengan membran sel T.
Fase 2: Pengubahan Materi Genetik (Reverse Transcription)
Setelah masuk ke dalam sel T CD4, materi genetik virus (RNA) harus diubah menjadi DNA agar dapat ‘dibaca’ oleh sel inang.
- Peran Enzim Reverse Transcriptase: Virus menggunakan enzim uniknya, Reverse Transcriptase, untuk mengubah RNA virus menjadi DNA pro-virus untai ganda. Enzim ini terkenal sering melakukan kesalahan, yang menyebabkan mutasi cepat pada virus. Mutasi inilah yang membuatnya sulit ditangkap oleh sistem imun atau menimbulkan resistensi terhadap obat.
Fase 3: Integrasi ke DNA Inang
Ini adalah langkah paling krusial. DNA pro-virus kini bergerak ke inti sel dan menggunakan enzim Integrase untuk memasukkan (mengintegrasikan) DNA virus ke dalam genom DNA sel T CD4 inang.
- Implikasi Klinis: Setelah terintegrasi, virus menjadi bagian permanen dari materi genetik sel. Sel yang terinfeksi ini disebut reservoir virus. Reservoir ini dapat tetap ‘tidur’ (latent) selama bertahun-tahun, menjadikannya tantangan terbesar dalam upaya penyembuhan total (eradikasi) HIV.
Fase 4: Produksi dan Pelepasan Virus Baru
Ketika sel T CD4 diaktifkan (sebagai respons normal terhadap infeksi lain), sel akan mulai ‘membaca’ semua DNA-nya, termasuk DNA virus yang tersembunyi.
- Peran Enzim Protease: Sel kini memproduksi komponen-komponen virus baru. Enzim Protease kemudian memotong rantai protein panjang virus menjadi kepingan fungsional, memungkinkan perakitan virus baru yang matang. Virus-virus baru ini dilepaskan untuk menyerang sel CD4 lain.
Tanda-tanda Gejala HIV
Penting untuk mengenali tanda-tanda awal infeksi HIV agar dapat segera mendapatkan perawatan yang tepat. Beberapa tanda gejala HIV yang umum muncul pada tahap awal adalah:
- Sariawan
- Sakit kepala
- Kelelahan
- Radang tenggorokan
- Hilang nafsu makan
- Nyeri otot
- Ruam
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Berkeringat di malam hari
Jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter bila Anda mengalami beberapa gejala tersebut di atas. Klinik Utama Previ menyediakan ruang konsultasi secara privat bagi Anda yang ingin mendapatkan layanan konsultasi personal dengan dokter kami dan telah dilengkapi dengan layanan laboratorium yang lengkap untuk kebutuhan Anda.
REFERENCES
Kemenkes. 2023. Mengenal HIV dan AIDS serta Tanda-tanda Gejalanya
Setiarto, R. H. B., Karo, M. B., & Tambaip, T. (2021). Penanganan Virus Hiv/Aids. Deepublish.
Setyawati, A., & Solichah, N. U. A. (2025). Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Pencegahan HIV/AIDS. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(6), 3029-3035.