Infus NAD+ vs Suplemen NAD+: Mana yang Lebih Efektif untuk Tubuh?

Beberapa tahun terakhir, istilah NAD+ (Nicotinamide Adenine Dinucleotide) semakin sering muncul dalam tren kesehatan, mulai dari pembahasan di media sosial, podcast kesehatan, hingga rekomendasi pusat wellness. Banyak orang mendengar bahwa NAD+ dapat membantu meningkatkan energi, mendukung fungsi otak, hingga memperlambat proses penuaan. Namun ketika mulai mencari tahu lebih jauh, pertanyaan yang paling sering muncul adalah: lebih bagus infus NAD+ atau suplemen NAD+ yang diminum? 

Jawabannya tidak sesederhana memilih “mana yang lebih kuat”, karena keduanya bekerja dengan cara yang berbeda. Memahami perbedaan ini akan membantu pasien menentukan mana yang lebih cocok untuk kebutuhan tubuhnya. 

 Mengapa NAD+ Menjadi Perhatian Banyak Orang? 

NAD+ sebenarnya adalah molekul alami yang ada di setiap sel manusia. Ia berperan mengubah makanan menjadi energi, memperbaiki DNA, mendukung kerja sel otak, serta menjaga fungsi metabolisme. Masalahnya, jumlah NAD+ dalam tubuh menurun seiring bertambahnya usia, stres, kurang tidur, serta paparan radikal bebas. 

Ketika kadar NAD+ menurun, tubuh lebih mudah lelah, sulit fokus, dan proses regenerasi sel melambat. Inilah alasan banyak orang tertarik mencari cara untuk meningkatkan kembali kadar NAD+. 

 Bagaimana Suplemen NAD+ Bekerja? 

Suplemen yang beredar di pasaran umumnya bukan NAD+ dalam bentuk langsung, tetapi prekursor NAD+, seperti NMN (Nicotinamide Mononucleotide) dan NR (Nicotinamide Riboside). Molekul-molekul ini akan diproses tubuh terlebih dahulu sebelum berubah menjadi NAD+. 

Bagi sebagian orang, suplemen adalah pilihan yang praktis karena cukup diminum setiap hari. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa NMN dan NR dapat meningkatkan kadar NAD+ di darah dan jaringan tertentu, terutama jika dikonsumsi secara teratur selama beberapa minggu. Namun respons tiap orang bisa berbeda, tergantung metabolisme, usia, dan kondisi kesehatan. 

Suplemen biasanya bekerja lebih halus, tidak memberikan perubahan cepat dalam satu atau dua hari. Orang yang cocok dengan suplemen NAD+ biasanya merasakan peningkatan energi bertahap, tidur yang lebih teratur, dan fokus yang lebih baik. 

Bagaimana Infus NAD+ Bekerja? 

Infus NAD+ memberikan molekul NAD+ langsung ke dalam tubuh melalui pembuluh darah. Mekanisme ini memungkinkan kadar NAD+ meningkat tanpa harus melewati proses pencernaan. Pada sebagian besar pasien, efek infus NAD+ bisa terasa lebih cepat, mulai dari peningkatan kejernihan pikiran, energi yang lebih stabil, atau perasaan “lebih segar” setelah beberapa sesi. 

Infus NAD+ biasanya dilakukan dalam durasi sekitar 1–3 jam dengan pemantauan tenaga medis. Setiap orang bisa merasakan sensasi berbeda — mulai dari hangat, sedikit mual, atau ketegangan otot ringan — yang biasanya membaik ketika laju infus diperlambat. 

Karena masuk langsung ke aliran darah, infus NAD+ cenderung memberikan respons yang lebih terasa dibanding suplemen. Namun, tidak semua orang membutuhkan efek cepat seperti ini. 

 Infus atau Suplemen: Mana yang Lebih Baik? 

Jawabannya bergantung pada tujuan masing-masing individu.
Mereka yang membutuhkan peningkatan cepat—misalnya merasa sangat mudah lelah, banyak bekerja secara mental, atau mengalami jet lag berat—sering lebih cocok dengan infus. Sementara itu, mereka yang ingin menjaga kadar NAD+ dalam jangka panjang tanpa prosedur klinis biasanya memilih suplemen harian. 

 Kesimpulan 

Baik infus maupun suplemen NAD+ memiliki peran masing-masing. Infus memberi efek yang lebih cepat dan langsung, sedangkan suplemen memberikan peningkatan halus yang bertahap dan mudah dipertahankan sehari-hari. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan, gaya hidup, dan saran tenaga medis yang memahami kondisi pasien. 

Yang terpenting, NAD+ bukanlah terapi ajaib. Ia bekerja paling optimal ketika didukung pola tidur yang baik, nutrisi seimbang, aktivitas fisik, serta manajemen stres yang tepat. Dengan pendekatan menyeluruh, NAD+ dapat membantu Anda merasa lebih bertenaga dan menjaga kesehatan sel tubuh dalam jangka panjang. 

Referensi 

  1. Freeberg, K.A., et al. (2023). Dietary Supplementation With NAD⁺-Boosting Compounds in Humans: Current Knowledge and Future Directions. The Gerontologist. DOI: 10.1093/geront/gnad074 
  2. Henderson, J.D., et al. (2024). A Systems Approach to Increasing NAD⁺ in Human Subjects. NPJ Aging and Mechanisms of Disease. DOI: 10.1038/s41514-023-00134-0 
  3. Gindri, I.M., et al. (2024). Evaluation of Safety and Effectiveness of NAD⁺ in Humans. American Journal of Physiology – Endocrinology and Metabolism. DOI: 10.1152/ajpendo.00242.2023 
Apakah informasi ini bermanfaat?
YaTidak
  • PreviGEN
  • Layanan
  • Promo
  • #BerdayaCegahHPV