Kamu Sering Lelah? Bisa Jadi Tubuh Kekurangan Vitamin D!
Apakah Anda sering merasa lelah meski sudah tidur cukup? Atau merasa otot dan tubuh terasa lemah tanpa alasan jelas? Ternyata, salah satu penyebab yang sering terabaikan bisa jadi adalah kekurangan vitamin D. Vitamin D dikenal sebagai “vitamin sinar matahari” karena tubuh memproduksinya saat kulit terpapar sinar matahari. Namun, gaya hidup modern yang banyak dihabiskan di dalam ruangan membuat banyak orang kekurangan vitamin D tanpa menyadarinya.
Fungsi utama dari vitamin D manusia adalah untuk mempertahankan konsentrasi serum kalsium dengan cara meningkatkan kemampuan usus kecil untuk menyerap kalsium pada makanan, serta meningkatkan penyerapan fosfor, namun konsentrasi fosfor dalam darah tidak diatur oleh vitamin D melainkan tergantung dari ekskresi ginjal
Mengapa Kekurangan Vitamin D Membuat Lelah?
Vitamin D tidak hanya penting untuk kesehatan tulang, tetapi juga berperan dalam:
- Menunjang energi tubuh: Kekurangan vitamin D dapat memengaruhi metabolisme energi, membuat tubuh cepat lelah.
- Kesehatan otot: Vitamin D membantu fungsi otot. Tanpa cukup vitamin D, otot bisa terasa lemah atau nyeri.
- Sistem kekebalan tubuh: Kekurangan vitamin D dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi yang juga membuat Anda cepat lelah.
Ciri-Ciri Kekurangan Vitamin D
Selain lelah, gejala lain yang bisa muncul antara lain:
- Nyeri atau rapuh pada tulang
- Mudah lelah atau nyeri otot
- Mudah sakit atau sering infeksi
- Mood turun atau mudah cemas
- Rambut rontok atau luka sulit sembuh
Gejala ini sering tidak spesifik dan bisa disalahartikan, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa tubuhnya kekurangan vitamin D.
Siapa yang Berisiko Kekurangan Vitamin D?
Beberapa kelompok lebih berisiko mengalami defisiensi vitamin D, antara lain:
- Orang yang jarang terpapar sinar matahari
- Pekerja kantor atau gaya hidup indoor
- Lansia
- Ibu hamil atau menyusui
- Orang dengan obesitas atau gangguan penyerapan nutrisi
- Pengguna obat tertentu seperti steroid atau antikejang
Bagaimana Mengetahui Kadar Vitamin D?
Satu-satunya cara pasti untuk mengetahui apakah tubuh kekurangan vitamin D adalah melalui pemeriksaan laboratorium, yaitu tes 25-hydroxyvitamin D [25(OH)D].
- Kadar normal: 30–50 ng/mL
- Defisiensi: < 20 ng/mL
- Insufisiensi: 20–29 ng/mL
Hasil pemeriksaan ini membantu dokter menentukan apakah Anda membutuhkan suplemen vitamin D atau cukup dari paparan sinar matahari dan makanan.
Cara Meningkatkan Vitamin D
- Paparan sinar matahari: 10–15 menit sehari di pagi hari bisa membantu tubuh memproduksi vitamin D.
- Konsumsi makanan kaya vitamin D: Ikan berlemak (salmon, sarden), kuning telur, hati sapi, susu atau produk fortifikasi.
- Suplemen vitamin D: Hanya sesuai anjuran dokter, agar aman dan efektif.
Kesimpulan
Jika Anda sering merasa lelah, lemas, atau otot terasa lemah, jangan abaikan kemungkinan kekurangan vitamin D. Pemeriksaan laboratorium menjadi langkah penting untuk mengetahui status vitamin D tubuh Anda, sehingga pengobatan atau suplemen dapat diberikan dengan tepat.
Jangan tunggu tubuh terus merasa lelah—cek vitamin D Anda sekarang dan kembalikan energi serta kesehatan optimal!
REFERENCES
Anhar, C. A., Inderiati, D., & Utari, R. D. (2023). Kadar Vitamin D-25 OH Pada Ibu Hamil Trimester Pertama Dengan Prognosis Diabetes Mellitus Gestasional. Prosiding Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesia, 2, 86-99.
Baghurst, K. 2005. Nutrient Reference Values for Australia dan New Zealdan. National Health dan Medical Research. National Health dan Medical Research Council, Department of Health ang Aging, Australian Government.
Hermawan, D., & Widodo, S. (2021). Kadar 25 (OH) D. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 18(1), 1-7.
Makayadhaha, W. D. (2017). Gambaran Interpretasi Hasil Vitamin D 25-OH Total Pada Pasien Di Prodia Salatiga (Doctoral dissertation, Muhammadiyah University of Semarang).