Kenapa NAD+ Bisa Membantu Mengurangi Rasa Gampang Lelah?

Rasa mudah lelah sering terasa sepele, namun bagi banyak orang hal itu mengganggu kualitas hidup: pekerjaan terganggu, suasana hati turun, dan motivasi berolahraga jadi berkurang. Di level seluler, perasaan lelah berkaitan erat dengan bagaimana “mesin energi” tubuh bekerja. Di sinilah NAD+ muncul sebagai topik yang kian sering dibicarakan: bukan obat ajaib, tetapi pemain penting dalam proses pembentukan energi seluler. 

Bayangkan sel tubuh sebagai pabrik kecil. Pabrik itu membutuhkan bahan baku dan kepala tukang yang mengarahkan jalur produksi agar mesin-mesinnya bekerja lancar. NAD+ (nicotinamide adenine dinucleotide) berperan seperti kepala tukang dan juga sebagai bagian dari rantai pasokan bahan baku kimia yang menyalakan mitokondria: struktur di dalam sel yang memproduksi energi (ATP). Ketika jumlah NAD+ menurun, karena usia, stres kronis, penyakit atau pola hidup yang kurang baik, efisiensi pabrik itu menurun. Hasilnya: otot dan otak merasa “kehabisan bahan bakar” lebih cepat, sehingga kita merasa gampang lelah. 

Lalu, bagaimana menaikkan NAD+ bisa membantu? Secara singkat, ada dua jalur yang relevan. Pertama, menaikkan NAD+ membantu mitokondria bekerja lebih efisien sehingga produksi ATP meningkat, ini terasa sebagai peningkatan energi dan penurunan rasa lelah. Kedua, NAD+ mendukung jalur perbaikan sel dan mengurangi stres oksidatif, sehingga sel-sel penting seperti sel saraf dan otot pulih lebih baik setelah aktivitas. Konsep ini didukung oleh tinjauan ilmiah dan studi klinis yang menunjukkan bahwa intervensi yang meningkatkan NAD+ mampu menaikkan kadar NAD+ dan berpotensi memperbaiki parameter fisiologis terkait energi. 

Di dunia klinis dan penelitian modern, beberapa uji coba manusia memperlihatkan bukti awal yang menarik. Misalnya, kajian besar literatur menunjukkan bahwa suplemen prekursor NAD+ (seperti NR atau NMN) dapat meningkatkan kadar NAD+ pada manusia dengan profil keamanan yang umumnya baik, dan beberapa studi melaporkan perbaikan subjektif pada energi dan fungsi fisik dalam jangka pendek. Untuk kondisi khusus seperti kelelahan pasca-infeksi (mis. long COVID), kombinasi terapi (mis. low-dose naltrexone + NAD+) pada studi awal juga menunjukkan sinyal manfaat terhadap keluhan kelelahan pada sebagian pasien.  

Bagaimana dengan keamanan? Data yang ada menunjukkan bahwa pendekatan untuk menaikkan NAD+ (baik lewat prekursor oral maupun intervensi klinis) umumnya ditoleransi dengan baik oleh pasien, dengan insiden efek samping ringan. Namun, karena intervensi berbeda (bentuk, dosis, durasi), pemantauan medis dan penilaian risiko individu tetap penting sebelum memulai terapi.

Jadi, peningkatan NAD+ bersifat sebagai pendukung, bukan solusi tunggal, untuk kelelahan. Perbaikan pola tidur, manajemen stres, nutrisi seimbang, olahraga bertahap, dan evaluasi kondisi medis (anemia, gangguan tiroid, gangguan tidur, dll.) tetap menjadi pondasi utama. Bila dipertimbangkan, terapi yang menarget NAD+ bisa masuk sebagai bagian “paket” komprehensif untuk meningkatkan energi, dengan harapan realistis dan pemantauan dokter. 

Jika Anda sering merasa mudah lelah dan ingin tahu apakah strategi menaikkan NAD+ sesuai untuk Anda, langkah terbaik adalah berkonsultasi: lakukan pemeriksaan dasar, bicarakan riwayat kesehatan, dan susun rencana yang memadukan perbaikan gaya hidup dan pilihan terapi yang aman. 

Referensi  

  1. Yaku K., Nakagawa T. NAD+ Precursors in Human Health and Disease: Current Status and Future Prospects. Antioxid Redox Signal. 2023;39(16-18):1133–1149. DOI: 10.1089/ars.2023.0354. PubMed 
  2. Freeberg KA, Udovich CC, Martens CR, Seals DR, Craighead DH. Dietary Supplementation With NAD+-Boosting Compounds in Humans: Current Knowledge and Future Directions. J Gerontol A Biol Sci Med Sci. 2023;78(12):2435–2448. DOI: 10.1093/gerona/glad106. PubMed 
  3. Isman A., Nyquist A., Strecker B., et al. Low-dose naltrexone and NAD+ for the treatment of patients with persistent fatigue symptoms after COVID-19. Brain Behav Immun Health. 2024;36:100733. DOI: 10.1016/j.bbih.2024.100733. PubMed 
  4. de Mello Gindri I., et al. Evaluation of safety and effectiveness of NAD in different clinical conditions: a systematic review. Am J Physiol Endocrinol Metab. 2024;326(4):E417-E427. DOI: 10.1152/ajpendo.00242.2023. Physiological Journal
Apakah informasi ini bermanfaat?
YaTidak
  • PreviGEN
  • Layanan
  • Promo
  • #BerdayaCegahHPV