MENGENALI FUNGSI HATI: Pengertian dan Peran, Penyebab, Jenis Pemeriksaan, dan Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan?

Hati adalah organ penting yang terletak di sebelah kanan atas menyatu dengan bilier dan kandung empedu. Hati bekerja setiap saat dan memiliki peran sangat penting untuk membersihkan racun dari darah, membantu pencernaan lemak melalui produksi empedu, serta menyimpan energi dalam bentuk glikogen. Bisa dikatakan, hati adalah “pabrik alami tubuh” yang menjaga agar semua proses di dalam tubuh berjalan lancar dan seimbang. Tanpa adanya hati, manusia tidak akan mampu bertahan hidup.

Kerusakan pada organ hati mampu membuat kemampuan tubuh manusia terganggu pada saat memecah sel darah merah dari racun-racun yang terkandung di dalamnya. Akibatnya racun-racun tersebut akan menetap pada tubuh kita. Beberapa gangguan fungsi hati yang dapat menyerang dalam tubuh antara lain:

Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan pada hati yang menyebabkan fungsi hati terganggu atau rusak. Kondisi ini membuat hati tidak dapat menyaring racun, mengatur metabolisme, atau memproduksi empedu dengan normal.

Sirosis Hati

Sirosis hati adalah kerusakan hati kronis di mana jaringan hati sehat digantikan oleh jaringan parut, sehingga hati tidak dapat berfungsi normal.

Fatty Liver (Perlemakan Hati)

Fatty liver (perlemakan hati) adalah kondisi di mana terjadi penumpukan lemak berlebihan di dalam sel-sel hati. Kondisi ini membuat hati tidak berfungsi secara optimal dan bisa menyebabkan peradangan jika tidak ditangani.

Kanker Hati

Kanker hati adalah kondisi di mana sel-sel hati tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali, membentuk tumor di hati dan hilangnya sebagian besar fungsi hati. Kanker ini dapat berasal langsung dari hati (kanker primer, biasanya disebut hepatocellular carcinoma) atau menyebar dari organ lain (kanker sekunder/metastasis).

Gagal Hati

Gagal hati adalah kondisi di mana hati tidak mampu menjalankan fungsinya secara normal, baik secara tiba-tiba (acute liver failure) maupun secara bertahap (chronic liver failure). Akibatnya, tubuh tidak bisa membersihkan racun, memproses nutrisi, atau memproduksi protein penting, sehingga menimbulkan komplikasi serius.

Jenis Pemeriksaan Fungsi Hati

Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk menilai kesehatan dan kinerja organ hati dengan mengukur kadar enzim, protein, dan zat lainnya yang disebut dengan liver panel. Jenis pemeriksaannya antara lain :

Hematologi Lengkap

Pemeriksaan ini merupakan salah satu pemeriksaan dasar yang sering dilakukan untuk menilai kondisi umum tubuh melalui komponen darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, trombosit, hemoglobin, dan hematokrit. Meskipun bukan pemeriksaan utama untuk menilai fungsi hati, hasil pemeriksaan ini dapat memberikan gambaran tidak langsung mengenai gangguan hati dan dampaknya terhadap sistem peredaran darah.

Tes SGOT (Serum Glutamate Oxaloacetate Transaminase) atau AST (Aspartate Aminotransferase)

Tes ini digunakan untuk menilai kerusakan sel hati maupun organ lain seperti jantung dan otot, karena enzim ini dilepaskan ke darah saat sel-sel tersebut rusak. Biasanya, pemeriksaan SGOT dikombinasikan dengan ALT/SGPT untuk menilai kesehatan hati secara lebih spesifik.

Tes SGPT (Serum Glutamate Pyruvate Transaminase) atau ALT (Alanine Aminotransferase)

Tes SGPT/ALT dalah tes untuk mendeteksi disfungsi hati. Enzim SGPT banyak digunakan sebagai enzim skrining atau sebagai parameter dasar dalam diagnosis dan pemantauan disfungsi hati. Sampel yang digunakan dalam penelitian SGPT adalah serum, plasma heparin atau EDTA.

Bilirubin Total

Pemeriksaan bilirubin total berfungsi untuk menilai fungsi hati dan mendiagnosis berbagai kondisi yang mempengaruhi hati, kantong empedu, atau sel darah merah. Kadar bilirubin yang tinggi dapat menandakan adanya gangguan fungsi hati.

HBsAg

Pemeriksaan HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) digunakan untuk mendeteksi infeksi virus hepatitis B, salah satu penyebab utama gangguan fungsi hati. HBsAg positif menunjukkan adanya virus di tubuh, baik pada infeksi akut maupun kronik. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui penyebab gangguan hati, menilai risiko penularan, membedakan hepatitis akut dan kronik, serta menentukan langkah pengobatan dan pemantauan lebih lanjut.

Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan?

Tanda atau gejala yang menunjukkan seseorang perlu melakukan pemeriksaan fungsi hati antara lain:

  • Sakit kuning
  • Sakit perut
  • Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan diare
  • Bengkak-bengkak di tungkai, perut, tangan, dan wajah
  • Kulit terasa gatal
  • Warna urine gelap
  • Kotoran berwarna keputihan atau tampak pucat
  • Lelah, letih, dan lesu
  • Kehilangan selera makan dan penurunan berat badan
  • Mudah memar atau mimisan
  • Kebingungan
  • Penurunan kesadaran
  • Perdarahan

Jika Anda mengalami satu atau lebih dari gejala dan tanda-tanda diatas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter dan segera lakukan pemeriksaan.

REFERENCE

  • Rosida, A. (2016). Pemeriksaan Laboratorium Penyakit Hati. Berkala Kedokteran12(1), 123-131.
  • Syafrina, Y. (2018). Sistem Pakar Mendiagnosa Kanker Hati Menggunakan Algoritma
  • Nurhidayanti, N., Juraijin, D., & Setiani, I. (2023). Perbandingan Kadar Sgpt Pada Sampel Serum Darah Yang Segera Diperiksa Dengan Ditunda Selama 24 Jam Dan 48 Jam Pada Suhu Ruang. Indobiosains, 50-55.
Apakah informasi ini bermanfaat?
YaTidak
  • PreviGEN
  • Layanan
  • Promo
  • #BerdayaCegahHPV