Mengorok Bikin Gula dan Tekanan Darah Susah Turun?
Banyak orang bertanya-tanya, “Kenapa ya, padahal sudah minum obat rutin, tapi gula darah dan tekanan darah tetap susah turun?”
Jawabannya sering tidak ada di obat atau pola makan saja, tetapi di cara tubuh bernapas saat tidur.
Pada sebagian orang, mengorok bukan sekadar suara. Mengorok bisa menjadi tanda gangguan napas saat tidur yang membuat tubuh berada dalam kondisi stres setiap malam. Kondisi ini disebut dengan obstructive sleep apnea (OSA)
Kenapa Mengorok Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes dan Darah Tinggi
Obstructive sleep apnea adalah kondisi di mana napas berhenti berulang kali saat tidur. Kondisi ini menyebabkan tubuh mengalami kekurangan oksigen berulang.
Setiap kali oksigen turun:
- tubuh melepas hormon stres
- detak jantung dan tekanan darah naik
- kadar gula darah terdorong naik
Jika ini terjadi setiap malam, tubuh berada dalam keadaan stres kronis. Inilah sebabnya orang dengan OSA lebih berisiko terkena diabetes dan tekanan darah tinggi, meskipun sebelumnya tidak memiliki penyakit tersebut.
Kenapa OSA Membuat Gula Darah Lebih Mudah Naik
Karena kekurangan oksigen berulang mengganggu kerja insulin. Tubuh menjadi kurang peka terhadap insulin, sehingga gula darah lebih mudah naik dan lebih sulit turun.
Itulah sebabnya OSA:
- meningkatkan risiko diabetes
- dan pada penderita diabetes, membuat gula darah lebih sulit dikendalikan
Masalahnya bukan obatnya kurang kuat, tetapi tubuh sedang melawan efek obat tersebut.
Kenapa Tekanan Darah Jadi Sulit Turun Kalau Ada OSA
Karena setiap henti napas saat tidur menyebabkan lonjakan tekanan darah mendadak. Lonjakan ini bisa terjadi puluhan kali dalam satu malam.
Jika tekanan darah terus “dipaksa naik” setiap malam:
- pembuluh darah menjadi kaku
- tekanan darah sulit kembali normal
- obat darah tinggi jadi kurang efektif
Inilah alasan kenapa orang dengan OSA sering mengalami tekanan darah yang naik-turun atau tetap tinggi meski sudah berobat.
Kenapa Kalau Sudah Sakit, Kondisinya Jadi Lebih Sulit Dikontrol
Karena OSA terus bekerja di belakang layar setiap malam.
Walaupun siang hari kamu minum obat, malam hari tubuh kembali masuk ke mode stres akibat gangguan napas.
Akibatnya:
- gula darah naik lagi
- tekanan darah melonjak lagi
- tubuh tidak pernah benar-benar “istirahat”
Tanpa memperbaiki tidur, pengobatan jadi seperti jalan di tempat.
Kenapa Banyak Orang Tidak Sadar Penyebabnya Ada di Tidur
Karena OSA sering tidak terasa. Penderitanya tetap merasa tidur, hanya bangun dengan rasa capek, kurang fokus, atau sakit kepala pagi hari.
Banyak yang baru curiga setelah:
- gula darah makin susah turun
- tekanan darah sulit stabil
- atau muncul komplikasi lain
Kapan Saatnya Mulai Cek Tidur
Kamu perlu mulai memikirkan pemeriksaan tidur bila:
- mengorok keras atau napas terhenti saat tidur
- gula darah atau tekanan darah naik tanpa sebab jelas
- obat sudah diminum rutin tapi hasilnya tidak optimal
- sering mengantuk di siang hari
Menangani gangguan napas saat tidur membantu menghilangkan penyebab dasarnya, bukan hanya menekan gejalanya.
Informasi mengenai skrining dan pemeriksaan gangguan tidur dapat diakses melalui kontak WhatsApp Klinik kami.
Referensi
Gentile, S. et al. (2025). Obstructive Sleep Apnea and Type 2 Diabetes: An Update. Journal of Clinical Medicine, 14(15), 5574.
Kwon, Y. et al. (2024). Obstructive sleep apnea and hypertension; critical overview. Clinical Hypertension, 30(1), 19.
Hamilton, G.S. and Naughton, M.T. (2013). Impact of obstructive sleep apnoea on diabetes and cardiovascular disease. Medical Journal of Australia, 199(8), S27–S30.