Mengorok Itu Normal atau Tanda Penyakit?
Banyak orang menganggap mengorok sebagai hal yang biasa. Bahkan sering dijadikan bahan bercanda di rumah. Namun, dalam dunia medis, mengorok tidak selalu berarti tidur nyenyak. Pada sebagian orang, mengorok justru menjadi tanda adanya gangguan pernapasan saat tidur yang dapat berdampak serius pada kesehatan.
Lalu, kapan mengorok masih dianggap normal, dan kapan perlu dicurigai sebagai tanda penyakit?
Mengapa Seseorang Bisa Mengorok
Mengorok terjadi ketika aliran udara melewati saluran napas yang menyempit saat tidur. Penyempitan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti posisi tidur terlentang, otot tenggorokan yang terlalu rileks, hidung tersumbat, atau struktur rahang dan leher tertentu.
Pada kondisi ringan, mengorok bisa muncul sesekali tanpa dampak kesehatan yang berarti. Namun, bila penyempitan saluran napas terjadi berulang dan cukup berat, napas bisa terhenti sebagian atau sepenuhnya saat tidur. Kondisi inilah yang dikenal sebagai obstructive sleep apnea atau OSA.
Kapan Mengorok Perlu Dicurigai sebagai Penyakit
Mengorok patut dicurigai sebagai masalah kesehatan bila disertai dengan keluhan lain, seperti sering terbangun malam hari, napas terhenti saat tidur yang disadari pasangan, atau rasa mengantuk berlebihan di siang hari. Banyak pasien dengan OSA tidak menyadari kualitas tidurnya buruk, tetapi merasakan dampaknya saat bangun tidur tidak segar dan mudah lelah.
Penelitian menunjukkan bahwa OSA berhubungan dengan penurunan kualitas hidup, gangguan konsentrasi, dan peningkatan risiko kecelakaan akibat kantuk di siang hari .
Dampak Kesehatan yang Sering Tidak Disadari
OSA bukan hanya soal tidur dan mengorok. Gangguan ini berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan jangka panjang, termasuk tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, stroke, dan penyakit jantung. Selain itu, OSA juga dikaitkan dengan gangguan metabolik seperti diabetes dan sindrom metabolik.
Kurangnya oksigen berulang saat tidur menyebabkan tubuh berada dalam kondisi stres setiap malam, meskipun penderita tampak “tidur” selama berjam-jam.
Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Mengorok Berbahaya
Diagnosis OSA tidak dapat ditegakkan hanya dari keluhan mengorok saja. Pemeriksaan tidur, baik melalui pemeriksaan tidur di fasilitas kesehatan maupun tes tidur di rumah pada kondisi tertentu, digunakan untuk menilai apakah terjadi henti napas saat tidur dan seberapa berat kondisinya.
Panduan klinis menekankan bahwa evaluasi yang tepat penting untuk menentukan apakah mengorok memerlukan penanganan khusus atau cukup dengan perubahan gaya hidup.
Kapan Sebaiknya Berkonsultasi
Bila Mengorok disertai rasa mengantuk di siang hari, sulit fokus, sakit kepala pagi hari, atau keluhan dari pasangan mengenai napas yang berhenti saat tidur, konsultasi medis sebaiknya dipertimbangkan. Deteksi dini OSA memungkinkan penanganan yang lebih efektif dan mencegah komplikasi jangka panjang.
Informasi mengenai evaluasi gangguan tidur dapat diakses melalui website atau kontak WhatsApp kami.
Referensi
Slowik, J.M., Sankari, A. and Collen, J.F. (2025). Obstructive Sleep Apnea. StatPearls Publishing.
Abbasi, A. et al. (2021). A comprehensive review of obstructive sleep apnea. Sleep Science, 14(2), 142–154.