Nyeri yang Tak Kunjung Hilang Setelah Cedera: Apakah Secretome Bisa Membantu?

Banyak orang mengalami kondisi yang membingungkan. Cedera sudah lama berlalu, pemeriksaan sering disebut “tidak apa-apa”, tetapi nyeri masih terasa. Bisa berupa nyeri tajam, rasa tertarik, pegal, kesemutan, atau lemah saat digunakan. Pasien sering tidak tahu bagian mana yang bermasalah, dan itu wajar. Yang dirasakan hanyalah satu hal: tubuh belum benar-benar pulih. 

Dalam situasi seperti ini, sebagian pasien mulai mencari pendekatan yang tidak hanya meredakan nyeri sementara, tetapi membantu proses pemulihan dari dalam. Salah satu pendekatan yang mulai banyak dibahas dalam dunia medis adalah secretome. 

  1. Mengapa Nyeri Bisa Bertahan Meski Cedera Sudah Lewat 

Setelah cedera, tubuh sebenarnya memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri. Namun pada sebagian orang, proses ini tidak berjalan optimal. Peradangan bisa menetap, aliran darah ke area yang cedera terbatas, atau proses perbaikan tidak cukup kuat untuk mengembalikan fungsi seperti semula. Akibatnya, meski luka tampak sudah sembuh, nyeri dan keterbatasan gerak tetap dirasakan.  

  1. Apa Itu Secretome dan Mengapa Dibahas untuk Nyeri yang Lama Pulih

Secretome adalah kumpulan zat alami yang dilepaskan oleh stem cell dan berperan sebagai sinyal penyembuhan. Zat ini membantu mengatur peradangan dan memberi dorongan biologis agar tubuh dapat memperbaiki area yang bermasalah dengan lebih optimal. 

Pendekatan ini berbeda dari obat nyeri biasa. Secretome tidak bekerja dengan mematikan rasa sakit, tetapi berupaya membantu tubuh menciptakan kondisi yang lebih mendukung proses pemulihan. 

  1. Apa yang Ditunjukkan Penelitian tentang Nyeri yang Sulit Pulih 

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa secretome dipelajari pada berbagai kondisi nyeri yang berkaitan dengan proses pemulihan yang lambat. 

Pada kondisi nyeri yang melibatkan saraf, penelitian menunjukkan bahwa secretome dapat membantu proses perbaikan saraf yang cedera. Studi-studi yang dianalisis melaporkan perbaikan fungsi gerak dan sensasi, terutama pada kondisi di mana nyeri, kesemutan, atau baal menetap setelah cedera. 

Pada cedera ligamen, penelitian menunjukkan bahwa secretome dapat membantu meningkatkan kualitas penyembuhan. Ligamen dikenal sulit sembuh karena aliran darah yang terbatas. Secretome dipelajari karena kemampuannya mendukung perlekatan dan kekuatan ligamen, sehingga fungsi sendi dapat pulih lebih baik. 

Pada cedera tendon, seperti bahu, siku, atau pergelangan, penelitian menunjukkan perbaikan struktur tendon dan pembentukan kolagen yang lebih teratur. Hal ini dikaitkan dengan pemulihan kekuatan dan fungsi gerak yang lebih baik pada nyeri kronik atau cedera yang sulit sembuh dengan terapi biasa. 

Temuan ini menunjukkan bahwa secretome tidak ditujukan untuk satu jenis masalah saja, tetapi untuk membantu proses pulih yang tidak berjalan optimal. 

  1. Kapan Pendekatan Ini Mulai Dipertimbangkan 

Secretome biasanya mulai dibahas ketika nyeri masih menetap meski obat, istirahat, dan fisioterapi sudah dijalani. Pendekatan ini bukan pengganti terapi medis, tetapi dapat menjadi bagian dari strategi pemulihan yang lebih menyeluruh dan personal. 

  1. Mengapa Evaluasi Medis Tetap Penting 

Meski pasien tidak perlu mengetahui secara detail bagian mana yang bermasalah, evaluasi medis tetap penting untuk menyingkirkan kondisi serius dan menentukan apakah pendekatan regeneratif relevan. 

Konsultasi dengan tenaga medis membantu menempatkan secretome secara rasional, sesuai kondisi dan tujuan pemulihan masing-masing pasien. Informasi mengenai konsultasi dapat diakses melalui website atau kontak WhatsApp resmi layanan kesehatan. 

Referensi 

Nevado-Sánchez E, Rodríguez-Díaz M, Núñez-Rodríguez S, et al. (2025). Effectiveness of stem cell secretomes in the regeneration and functional recovery of severed nerves in patients with nerve injuries: A systematic reviewCells, 14(7), 492. 

Rhatomy S, Prasetyo TE, Setyawan R, et al. (2020). Prospect of stem cells conditioned medium (secretome) in ligament and tendon healing: A systematic reviewStem Cells Translational Medicine, 9(8), 895–902.

Apakah informasi ini bermanfaat?
YaTidak
  • PreviGEN
  • Layanan
  • Promo
  • #BerdayaCegahHPV