Orang Tua Saya memiliki Diabetes, Apakah Saya Pasti Kena?

Tes Genetik Diabetes

Memahami peran genetik dan gaya hidup serta manfaat tes DNA 

“Ayah dan ibu saya diabetes. Apakah saya juga pasti mengalaminya?” 

Tidak pasti. Riwayat diabetes dalam keluarga meningkatkan risiko, tetapi bukan berarti Anda pasti terkena diabetes. Faktor genetik, kebiasaan sehari-hari, dan kondisi kesehatan saling berperan.  Memahami risiko sejak dini membantu Anda menentukan langkah berikutnya: memperbaiki kebiasaan, memeriksa gula darah, atau mendiskusikan apakah tes DNA dapat memberikan informasi tambahan. Artikel ini membahas diabetes tipe 2, yang berkaitan dengan faktor genetik dan lingkungan.

Mengapa Diabetes Sering Terjadi dalam Satu Keluarga?

Anggota keluarga dapat memiliki kesamaan gen sekaligus lingkungan: makanan yang biasa dikonsumsi, kebiasaan bergerak/aktivitas, hingga pola aktivitas sehari-hari. Pada diabetes tipe 2, banyak variasi gen dapat memengaruhi kecenderungan seseorang mengalami penyakit ini. Pengaruhnya antara lain berkaitan dengan kemampuan tubuh menghasilkan insulin dan merespons kerja insulin.[1] 

Itulah sebabnya riwayat keluarga penting untuk ditanyakan saat konsultasi. Namun, riwayat keluarga tidak dapat digunakan sendirian untuk menghitung peluang Anda terkena diabetes. Pertanyaan yang lebih berguna adalah bagaimana riwayat keluarga tersebut berhubungan dengan kondisi kesehatan Anda saat ini. 

Kalau Kedua Orang Tua Diabetes Apakah Risikonya Lebih Besar?

Risiko diabetes cenderung lebih besar bila kedua orang tua mengalaminya, tetapi Anda tidak pasti akan terkena. 

Penelitian Korean Genome and Epidemiology Study yang diterbitkan pada 2023 menemukan bahwa, dibandingkan orang tanpa riwayat diabetes pada orang tua, risiko mengalami diabetes selama pemantauan sekitar 2 kali lebih tinggi jika satu orang tua diabetes dan 2,7 kali lebih tinggi jika kedua orang tua diabetes. Hubungan ini tetap terlihat setelah sejumlah faktor lain diperhitungkan.[2] 

Angka tersebut merupakan perbandingan risiko antarkelompok, bukan persentase kemungkinan Anda terkena diabetes. Pesan praktisnya: riwayat diabetes pada satu maupun kedua orang tua menjadi alasan untuk lebih proaktif menjaga kesehatan dan mendiskusikan pemeriksaan yang perlu dilakukan dengan dokter. Anda tidak dapat mengubah riwayat keluarga, tetapi dapat mengambil langkah untuk mengurangi risiko dan mendeteksi perubahan gula darah lebih dini. 

Gaya Hidup Sehat Tetap Bermanfaat Meskipun Ada Faktor Genetik

Memiliki kecenderungan genetik bukan berarti upaya pencegahan menjadi sia-sia. Penelitian pada populasi Tiongkok menunjukkan bahwa gaya hidup yang lebih sehat berkaitan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah, termasuk pada kelompok dengan risiko genetik tinggi.[3]  

Langkah sehari-hari yang dapat dibahas bersama dokter meliputi: 

  • Memperbaiki pola makan dan membatasi minuman berpemanis.
  • Bergerak secara teratur serta mengurangi waktu duduk berkepanjangan.
  • Mengelola berat badan apabila berlebih.
  • Melibatkan keluarga agar perubahan kebiasaan lebih mudah dipertahankan.

Anda tidak perlu menunggu hasil tes DNA untuk mulai melakukan perubahan tersebut. 

Perbedaan pemeriksaan gula darah dan tes DNA

Pemeriksaan gula darah membantu menilai apakah saat ini terdapat gangguan pengaturan gula darah. Sementara itu, tes DNA tertentu menilai variasi gen yang berkaitan dengan kecenderungan penyakit. 

Pemeriksaan untuk menilai prediabetes dan diabetes antara lain:[4] 

Tidak semua orang perlu menjalani ketiga pemeriksaan sekaligus. Dokter memilih pemeriksaan dan menafsirkan hasilnya sesuai kondisi Anda. 

Tanpa gejala atau hiperglikemia yang jelas, hasil dalam rentang diabetes umumnya memerlukan konfirmasi. Sebaliknya, gula darah sewaktu ≥200 mg/dL disertai gejala klasik dapat memenuhi kriteria diagnosis tanpa menunggu pemeriksaan ulang.[4] 

Peran Tes Genetik dalam Mengenali Kecenderungan Sejak Dini

Riwayat keluarga memberi petunjuk tentang risiko diabetes. Tes genetik dapat melengkapi gambaran tersebut dengan menilai variasi DNA yang berkaitan dengan kecenderungan diabetes tipe 2.[1] 

Sebagian pemeriksaan menggabungkan banyak variasi gen menjadi skor risiko poligenik. Informasi ini dapat membantu mengenali kecenderungan bawaan, termasuk pada orang yang masih muda atau belum mengalami obesitas.[1] 

Manfaat mengetahui risiko genetik 

  • Mengenal kecenderungan bawaan lebih dini. Informasi genetik dapat diperoleh sebelum muncul perubahan gula darah atau keluhan. 
  • Melengkapi riwayat keluarga. Tes memberikan informasi tambahan tentang kecenderungan genetik Anda, termasuk ketika riwayat kesehatan keluarga tidak diketahui secara lengkap. 
  • Memperluas pemahaman tentang risiko. Berat badan normal dan tidak adanya keluhan belum tentu menggambarkan seluruh risiko. Informasi genetik dapat dibahas bersama usia, lingkar perut, kebiasaan, dan hasil laboratorium.[1] 
  • Membantu merencanakan langkah pencegahan. Dengan mengetahui risiko dari informasi genetik, langkah-langkah pencegahan dapat dirancang lebih presisi. 

Gen memberi informasi tentang kecenderungan bawaan; pemeriksaan gula darah menunjukkan kondisi Anda saat ini. Keduanya dapat dibahas bersama untuk memahami kesehatan secara lebih menyeluruh. 

Hasil risiko genetik tinggi bukan berarti Anda pasti terkena diabetes. Sebaliknya, hasil rendah tetap perlu disertai kebiasaan sehat dan pemeriksaan sesuai kebutuhan. Manfaat informasi yang diperoleh bergantung pada cakupan dan validasi panel yang digunakan.[1]

Baca juga: HbA1c vs Gula Darah Puasa: Mana yang Lebih Akurat untuk Deteksi Dini Prediabetes?

Kapan Tes Genetik Dapat Dipertimbangkan?

Tes genetik dapat menjadi pilihan untuk didiskusikan jika Anda ingin mengenal kecenderungan bawaan lebih jauh, misalnya karena memiliki orang tua dengan diabetes, belum mengetahui riwayat kesehatan keluarga, atau ingin memahami informasi genetik sebagai bagian dari penilaian kesehatan. 

Saat konsultasi, dokter dapat membantu menjelaskan apa yang diperiksa, arti hasilnya, dan bagaimana informasi tersebut melengkapi pemeriksaan kesehatan Anda. 

Mengetahui kecenderungan genetik memberi kesempatan untuk lebih sadar terhadap risiko sejak dini. Langkah berikutnya adalah menerjemahkan informasi tersebut menjadi tindakan kesehatan yang sesuai dengan kondisi Anda. 

Kapan Sebaiknya Mulai Memeriksakan Gula Darah?

Menurut PNPK Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa 2026, skrining dianjurkan antara lain pada orang dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥23 kg/m² disertai faktor risiko, termasuk orang tua atau saudara kandung dengan diabetes. Pedoman tersebut juga menganjurkan pemeriksaan pada semua orang berusia di atas 45 tahun.[5] 

Jika hasil normal, pemeriksaan diulang sekurang-kurangnya setiap tiga tahun, atau lebih sering sesuai risiko. Pada prediabetes, pemeriksaan dilakukan setiap tahun.[5] 

Jika Anda sering haus, sering berkemih, atau mengalami penurunan berat badan tanpa sebab jelas, segera berkonsultasi. Jangan menunggu jadwal skrining berikutnya.

Memahami Risiko Diabetes bersama Klinik Utama Previ

Di Klinik Utama Previ, konsultasi dapat dimulai dengan meninjau riwayat keluarga, kondisi kesehatan, dan pemeriksaan yang sudah pernah dilakukan. Diskusikan kebutuhan pemeriksaan gula darah serta pilihan tes genetik yang relevan dengan pertanyaan Anda. 

Bila mempertimbangkan tes DNA, tanyakan cakupan pemeriksaan, arti hasil, keterbatasan, serta konsultasi setelah hasil tersedia. 

Punya riwayat diabetes dalam keluarga dan ingin tahu harus mulai dari mana? Hubungi Klinik Utama Previ untuk mendiskusikan penilaian risiko dan pilihan pemeriksaan yang sesuai.

Referensi 

  1. Prasad RB, Hakaste L, Tuomi T. Clinical use of polygenic scores in type 2 diabetes: challenges and possibilities. Diabetologia. 2025;68:1361–1374. https://doi.org/10.1007/s00125-025-06419-1
  2. Lee JY, Kim K, Lee S, An WJ, Park SK. Clinical traits and systemic risks of familial diabetes mellitus according to age of onset and quantity: an analysis of data from the community-based KoGES cohort study. Epidemiology and Health. 2023;45:e2023029. https://doi.org/10.4178/epih.e2023029
  3. Liu J, Wang L, Cui X, et al. Polygenic risk score, lifestyles, and type 2 diabetes risk: a prospective Chinese cohort study. Nutrients. 2023;15(9):2144. https://doi.org/10.3390/nu15092144
  4. American Diabetes Association Professional Practice Committee for Diabetes. Diagnosis and classification of diabetes: Standards of Care in Diabetes—2026. Diabetes Care. 2026;49(Suppl 1). https://diabetesjournals.org/care/article/49/Supplement_1/S27/163926/2-Diagnosis-and-Classification-of-Diabetes
  5. Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/302/2026 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tatalaksana Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa. 2026. https://keslan.kemkes.go.id/unduhan/fileunduhan1777518085_672976.pdf
Apakah informasi ini bermanfaat?
YaTidak