Perlukah Suplementasi NMN?

NMN Tidak Ditujukan untuk Semua Orang

NMN (nicotinamide mononucleotide) sering dipromosikan sebagai suplemen anti-aging. Namun jika melihat penelitian pada manusia, penggunaannya tidak bersifat umum. Sebagian besar studi menunjukan bahwa manfaat NMN lebih terlihat pada kondisi tertentu, terutama yang berkaitan dengan penurunan fungsi metabolisme dan energi sel. Artinya, NMN tidak tepat digunakan sebagai suplemen rutin tanpa indikasi, terutama pada individu yang sehat.

Gangguan Metabolik: Bukti Paling Konsisten

Kondisi dengan bukti paling jelas adalah gangguan metabolik, seperti obesitas dan prediabetes. Pada beberapa penelitian manusia: 

  1. Terjadi peningkatan sensitivitas insulin, terutama di jaringan otot
  2. Ada perbaikan proses penggunaan glukosa oleh tubuh
  3. Ditemukan perbaikan indikator resistensi insulin pada kelompok tertentu 

Temuan ini menunjukkan bahwa NMN berpotensi membantu pada kondisi di mana tubuh mulai mengalami gangguan dalam mengelola gula darah. Namun, efek ini tidak menggantikan terapi utama. Pola makan, aktivitas fisik, dan terapi medis tetap menjadi penanganan utama. 

Baca juga: Mengenal Nicotinamide Mononucleotide (NMN) untuk Kesehatan dan Awet Muda

Penurunan Fungsi Otot dan Daya Tahan

Beberapa studi juga menilai efek NMN pada fungsi fisik, terutama pada usia menengah hingga lanjut. Hasil yang dilaporkan antara lain: 

  1. Peningkatan kemampuan penggunaan oksigen saat aktivitas fisik
  2. Perbaikan performa seperti jarak berjalan dalam uji 6 menit
  3. Penurunan rasa lelah dan peningkatan fungsi otot ekstremitas bawah 

Hal ini berkaitan dengan peran NMN dalam meningkatkan kadar NAD+, yang penting untuk produksi energi di tingkat sel. Meski demikian, tidak semua studi menunjukkan hasil yang sama, sehingga manfaatnya belum dapat dianggap konsisten.

Kelelahan dan Penurunan Energi

Pada beberapa kelompok, NMN juga dikaitkan dengan perbaikan rasa lelah. Beberapa temuan menunjukkan: 

  1. Penurunan tingkat fatigue
  2. Perbaikan rasa kantuk di siang hari 

Namun, ada juga studi yang tidak menemukan perbaikan bermakna. Dengan demikian, penggunaan NMN untuk keluhan ini masih bersifat individual dan belum menjadi indikasi utama.

Kondisi Lain Masih Dalam Tahap Penelitian

Banyak klaim manfaat NMN berasal dari studi hewan atau penelitian awal. Beberapa kondisi yang sering disebut, tetapi belum terbukti kuat pada manusia: 

  1. Penyakit jantung
  2. Penurunan fungsi otak
  3. Penuaan secara umum
  4. Gangguan hormon atau fertilitas 

Meskipun secara teori menjanjikan, data klinis pada manusia masih terus diuji manfaatnya melalui penelitian.

Aman Dikonsumsi, Tapi Belum Tentu Perlu

Secara umum, NMN tergolong aman dalam jangka pendek berdasarkan uji klinis yang ada. Beberapa poin penting: 

  1. Dosis tertentu per hari dilaporkan aman tanpa efek samping serius 
  2. Efek samping ringan seperti gangguan pencernaan, sakit kepala, atau rasa tidak nyaman tetap bisa terjadi
  3. Belum ada data kuat tentang keamanan jangka panjang 

Jadi, meskipun relatif aman, bukan berarti semua orang perlu mengonsumsinya.

Kesimpulan 

Berdasarkan penelitian pada manusia, NMN tidak digunakan secara luas untuk semua kondisi. Manfaat yang paling mendekati bukti saat ini adalah pada:

  1. Gangguan metabolik seperti obesitas dan prediabetes 
  2. Penurunan fungsi fisik terkait usia 

Di luar itu, penggunaannya masih dalam tahap penelitian dan belum menjadi terapi standar. Karena itu, keputusan untuk menggunakan NMN sebaiknya disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing, bukan sekadar mengikuti tren. 

Jika ingin mengetahui apakah suplementasi ini sesuai dengan kondisi Anda, dapat berkonsultasi melalui website atau kontak WhatsApp resmi Klinik Utama Previ.

Referensi 

  1. Yi, L., Maier, A. B., Tao, R., Lin, Z., Vaidya, A., Pendse, S., Thasma, S., Andhalkar, N., Avhad, G., & Kumbhar, V. (2023). The efficacy and safety of β-nicotinamide mononucleotide (NMN) supplementation in healthy middle-aged adults: a randomized, multicenter, double-blind, placebo-controlled, parallel-group, dose-dependent clinical trial. GeroScience, 45(1), 29–43. https://doi.org/10.1007/s11357-022-00705-1 
  2. Okabe K, Yaku K, Uchida Y, Fukamizu Y, Sato T, Sakurai T, Tobe K and Nakagawa T (2022) Oral Administration of Nicotinamide Mononucleotide Is Safe and Efficiently Increases Blood Nicotinamide Adenine Dinucleotide Levels in Healthy Subjects. Front. Nutr. 9:868640. https://doi.org/10.3389/fnut.2022.868640 

Baca juga: NMN: Suplemen NAD+ untuk Longevity dan Awet Muda

Apakah informasi ini bermanfaat?
YaTidak
  • PreviGEN
  • Layanan
  • Promo
  • #BerdayaCegahHPV