PREDIABETES : Diam-Diam Mengintai Generasi Millennial & Generasi Z
Banyak anak muda merasa sehat, tapi tahukah kamu? Kadar gula darah yang sedikit tinggi bisa menjadi prediabetes, tahap awal menuju Diabetes Tipe 2. Tanpa deteksi dini, risiko penyakit jantung, gangguan ginjal, dan komplikasi lainnya meningkat.
Apa itu prediabetes?
Prediabetes adalah suatu keadaan dimana kadar glukosa dalam darah tinggi (berada di atas ambang batas normal), namun belum dapat dikategorikan sebagai diabetes melitus. Prediabetes yang pada awalnya dikenal sebagai “adult onset diabetes” sekarang menyerang usia dewasa muda. Pada tahap ini, tubuh mulai mengalami resistensi insulin, yaitu sel tubuh kurang responsif terhadap hormon insulin yang berfungsi menurunkan gula darah. Sayangnya, prediabetes biasanya tidak menimbulkan gejala awal, sehingga banyak orang tidak menyadarinya.
Mengapa Generasi Millennial & Gen Z Rentan?
Beberapa alasan mengapa prediabetes “mengintai” generasi muda (Millennial dan Gen Z):
- Gaya Hidup Digital: Generasi ini tumbuh di era smartphone, media sosial, dan pekerjaan berbasis layar. Aktivitas fisik cenderung rendah, dengan banyak waktu dihabiskan untuk duduk, menonton, scrolling media sosial, atau bekerja dari jarak jauh/dengan duduk lama.
- Akses Makanan Cepat & Olahan: Pola makan cepat saji, makanan tinggi gula, minuman manis, serta snack olahan sangat mudah diakses, terutama di kota-kota besar.
- Tekanan Sosial & Kesehatan Mental: Stres, kecemasan, insomnia, dan pola tidur buruk (misalnya tidur larut malam) dapat memperburuk regulasi gula darah.
- Kurangnya Kesadaran dan Skrining Dini: Karena prediabetes belum “dianggap serius” oleh banyak orang muda (karena tidak ada gejala jelas), banyak dari mereka yang tidak disaring atau tidak tahu kondisi mereka.
Gejala yang perlu diwaspadai :
Sebagian orang dengan prediabetes tidak mengalami tanda atau gejala, namun pada beberapa kasus dapat muncul keluhan seperti :
- Sering merasa haus
- Sering buang air kecil
- Mudah Lelah
- Sering merasa lapar
- Penglihatan kabur sementara
- Luka lambat untuk sembuh
- Area lipatan kulit menghitam
Dampak & Risiko Jangka Panjang
Prediabetes di usia muda tidak bisa dianggap remeh karena:
- Transisi ke Diabetes Tipe 2
Tanpa intervensi gaya hidup, banyak individu dengan prediabetes akan berkembang menjadi diabetes tipe 2, yang meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit kardiovaskular, kerusakan ginjal, dan masalah lain.
- Risiko Gagal Ginjal Meningkat
- Individu dengan diabetes onset dini (<40 tahun) memiliki risiko lebih tinggi terkena gagal jantung.
- Onset muda → peningkatan hazard ratio gagal jantung signifikan dibanding onset dewasa.
Prediabetes dapat dicegah dengan beberapa cara, antara lain :
- Aktivitas Fisik
- Olahraga ≥150 menit/minggu.
- Kurangi duduk terlalu lama, bergerak tiap 1 jam.
- Kontrol Berat Badan
- Jaga BMI normal dan lingkar perut < 90 cm (pria) / < 80 cm (wanita).
- Fokus pada pengurangan lemak perut.
- Pola Makan Sehat
- Kurangi gula, minuman manis, makanan ultra-proses.
- Perbanyak sayur, buah, protein tanpa lemak, dan makanan utuh.
- Tidur & Kelola Stres
- Tidur cukup 7–9 jam.
- Manajemen waktu, meminimalisis penggunaan gadget sebelum tidur.
- Skrining Dini
- Cek gula darah puasa atau HbA1c secara berkala (1–2 tahun sekali).
- Utamanya untuk yang obesitas, jarang olahraga, atau ada riwayat keluarga diabetes
REFERENCES
Purba, L., Djabumona, M. A., Bangun, M., Sitorus, F., & Silalahi, E. (2021). Faktor risiko prediabetes pada mahasiswa keperawatan di satu universitas swasta Indonesia Barat [Risk factors of prediabetes in nursing students at a private university in West Indonesia]. Nursing Current: Jurnal Keperawatan, 9(1), 56-66.
Andes, L. J., Cheng, Y. J., Rolka, D. B., Gregg, E. W., & Imperatore, G. (2020). Prevalence of prediabetes among adolescents and young adults in the United States, 2005-2016. JAMA pediatrics, 174(2), e194498-e194498.
Liu, J. J., Liu, S., Wang, J., Lee, J., Tang, J. I. S., Gurung, R. L., … & Lim, S. C. (2022). Risk of incident heart failure in individuals with early-onset type 2 diabetes. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 107(1), e178-e187.