Secretome: Begini Proses Terapi Dilakukan di Klinik

Pernahkah Anda mendengar terapi secretome yang kini banyak diperbincangkan sebagai terobosan dalam pengobatan regeneratif? Bagi banyak pasien yang mengalami nyeri sendi akibat osteoartritis, terapi ini dianggap sebagai harapan baru karena tidak hanya meredakan gejala, tapi juga membantu memperbaiki jaringan yang rusak. Bagaimana sebenarnya proses terapi ini dilakukan di klinik?
Persiapan dan Konsultasi Awal Secretome
Sebelum tindakan dimulai, pasien akan menjalani konsultasi dengan dokter untuk memastikan indikasi terapi sesuai, misalnya pada kasus osteoartritis, cedera sendi, atau keluhan degeneratif lainnya. Pemeriksaan meliputi evaluasi kondisi sendi, riwayat penyakit, serta pemeriksaan penunjang seperti X-ray jika dibutuhkan.
Tahap ini penting agar terapi secretome dilakukan secara personalized dan aman.
Proses Pembuatan Secretome
Secretome dihasilkan dari sel punca mesenkimal (Mesenchymal Stem Cells / MSC) yang diproses di laboratorium. Dalam prosesnya, sel-sel ini akan melepaskan berbagai zat aktif seperti sitokin, faktor pertumbuhan, dan mikroRNA yang berfungsi memperbaiki jaringan rusak.
Yang menarik, secretome tidak mengandung sel hidup sehingga lebih stabil, mudah disimpan, dan lebih minim risiko penolakan imun.
Prosedur Pemberian di Klinik
Secretome diberikan melalui injeksi sesuai lokasi keluhan. Proses ini dilakukan secara aseptik dan umumnya hanya memerlukan waktu 10-15 15–30 menit.
Proses Regenerasi Setelah Terapi Secretome
Di dalam tubuh, kandungan bioaktif dalam secretome mulai bekerja dengan cara:
- Menekan peradangan pada jaringan sendi.
- Merangsang pembentukan kolagen tipe II dan aggrecan—dua komponen utama tulang rawan sehat.
- Meningkatkan ekspresi sinyal regenerasi, antara lain TGF-β dan SOX-9, yang berperan penting dalam regenerasi tulang rawan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan struktur tulang rawan, peningkatan jumlah sel kondrosit, dan berkurangnya nyeri sendi setelah terapi.
Pemantauan dan Perawatan Lanjutan
Setelah terapi, pasien akan dijadwalkan untuk evaluasi lanjutan. Dokter akan menilai progres perbaikan dan memantau efek samping. Sebagian besar pasien melaporkan peningkatan fungsi sendi dan kualitas hidup setelah beberapa minggu.
Terapi secretome merupakan salah satu pendekatan medis berbasis sains yang menawarkan potensi regeneratif tanpa melibatkan sel hidup. Melalui kandungan bioaktif seperti sitokin, faktor pertumbuhan, dan mikroRNA, terapi ini bekerja memperbaiki jaringan rusak sekaligus mengurangi peradangan di area sendi. Prosedur yang relatif sederhana menjadikan terapi ini sebagai langkah inovatif dalam pengelolaan penyakit degeneratif seperti osteoartritis. Dengan dukungan riset yang terus berkembang, terapi ini diharapkan dapat menjadi bagian penting dari masa depan pengobatan regeneratif di Indonesia.
Referensi:
Soetjahjo B, Utomo DN. Mesenchymal Stem Cells Secretome and Osteoarthritis: A State of the Art. Hip Knee J. 2022;3(2):56–64.