Sekretom vs Hyaluronic Acid: Mana yang Lebih Baik untuk Osteoartritis?

Nyeri lutut karena osteoartritis (OA) adalah masalah yang sering dialami banyak orang, terutama setelah usia 40 tahun. Lutut terasa kaku, nyeri saat naik tangga atau berjalan jauh. OA terjadi karena bantalan tulang rawan di sendi menipis, sehingga tulang bergesekan dan menimbulkan peradangan. Dulu, terapi OA berfokus pada mengurangi nyeri, bukan memperbaiki jaringan. Dua pilihan yang kini banyak dibicarakan adalah injeksi hyaluronic acid (HA) dan terapi sekretom. Keduanya sama-sama dilakukan dengan cara disuntikkan ke dalam sendi lutut, tapi memiliki cara kerja yang berbeda.
Apa Itu Hyaluronic Acid?
Hyaluronic acid (HA) adalah zat alami dalam cairan sendi yang berfungsi sebagai pelumas dan peredam gesekan. Saat OA terjadi, jumlah HA di sendi menurun. Karena itu, suntikan HA dilakukan untuk menggantikan cairan yang hilang.
Beberapa penelitian menunjukkan HA dapat mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi sendi selama beberapa bulan, terutama pada OA ringan hingga sedang [1]. Namun, manfaatnya sering berbeda-beda pada tiap orang, dan sebagian pasien merasa efeknya tidak bertahan lama [2].
Pedoman dari American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) menyebutkan bahwa HA bisa digunakan sebagai terapi tambahan, tetapi bukan terapi utama karena bukti manfaatnya masih terbatas [3].
Apa Itu Sekretom?
Sekretom adalah cairan biologis yang dihasilkan oleh sel punca (stem cell), berisi berbagai faktor pertumbuhan, protein anti-inflamasi, dan eksosom — partikel kecil yang membawa sinyal penyembuhan ke sel-sel tubuh.
Berbeda dari terapi stem cell biasa, sekretom tidak mengandung sel hidup. Karena itu disebut cell-free therapy, yang artinya lebih aman dan tidak menimbulkan risiko reaksi imun.
Sekretom bekerja dengan cara menekan peradangan, merangsang perbaikan jaringan tulang rawan, dan membantu sendi menghasilkan pelumas alami kembali [4][5].
Sekretom vs Hyaluronic Acid: Mana yang Lebih Efektif?
Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian mulai membandingkan efektivitas sekretom dengan HA.
Sebuah uji klinis di Journal of Clinical Medicine tahun 2023 meneliti 30 pasien OA lutut yang mendapatkan suntikan sekretom dari sel punca tali pusat (UC-MSC secretome), dibandingkan dengan kelompok yang menerima HA [6].
Hasilnya sangat menarik — setelah 12 minggu, kelompok sekretom mengalami penurunan nyeri lebih besar, fungsi lutut yang lebih baik, dan perbaikan biomarker regeneratif (penurunan MMP-3, peningkatan TGF-β1). Tidak ditemukan efek samping serius.
Studi lain dalam Frontiers in Bioengineering and Biotechnology (2023) juga menegaskan bahwa sekretom memiliki potensi besar untuk memperbaiki tulang rawan dan menghambat peradangan, bukan hanya meredakan gejala sementara [5].
Sementara HA tetap berguna untuk membantu mengurangi gesekan sendi, sekretom memberikan pendekatan regeneratif — membantu sendi “memperbaiki diri” secara alami.
Jadi, Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Untuk saat ini, HA masih digunakan secara luas dan aman untuk mengurangi nyeri, terutama jika OA masih ringan. Sedangkan sekretom adalah inovasi baru yang menawarkan efek jangka panjang dan potensi regeneratif.
Bagi pasien, pilihan terbaik tergantung pada kondisi sendi, usia, tujuan terapi, serta pertimbangan dokter yang menilai langsung.
Kesimpulan
Hyaluronic acid membantu melumasi dan meredakan nyeri sendi, sedangkan sekretom bekerja lebih dalam — menenangkan peradangan sekaligus membantu perbaikan jaringan.
Dengan hasil awal yang menjanjikan, sekretom mulai dipandang sebagai terapi regeneratif masa depan untuk OA. Namun, keputusan terbaik tetap harus didiskusikan dengan dokter Anda.
Referensi
- Glinkowski, W. M., & Tomaszewski, W. (2025). Intra-Articular Hyaluronic Acid for Knee Osteoarthritis. J Clin Med, 14(3), 56182. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11856182/
- Rutjes, A. W. S., et al. (2021). Hyaluronic acid for osteoarthritis of the knee: systematic review and meta-analysis. BMJ, 372, n232.
- American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS). (2021). Management of Osteoarthritis of the Knee (Non-Arthroplasty). https://www.aaos.org/
- Phinney, D. G., & Pittenger, M. F. (2017). Concise review: MSC-derived exosomes for therapy. Stem Cells, 35(4), 851–858.
- Zhang, J., Liu, Y., & Zhao, X. (2023). Mesenchymal stem cell-derived secretome and exosomes: Emerging cell-free therapeutics for osteoarthritis. Front Bioeng Biotechnol, 11, 10672370.
- Partan, R. U., et al. (2023). Umbilical cord mesenchymal stem cell secretome improves clinical outcomes and changes biomarkers in knee osteoarthritis. J Clin Med, 12(22), 7138. https://doi.org/10.3390/jcm12227138