Skrining Diabetes Melitus di Laboratorium

Skrining Diabetes Melitus

Skrining Diabetes melitus (DM) adalah serangkaian tes yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan diabetes pada individu yang belum menunjukkan gejala atau pada mereka yang berisiko tinggi mengembangkan penyakit ini. Skrining ini bertujuan untuk mendeteksi diabetes sedini mungkin, sehingga pengobatan dan perubahan gaya hidup dapat dimulai lebih cepat, mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Diabetes Melitus (DM) di Indonesia dikenal dengan kencing manis atau penyakit gula. Diabetes melitus ditandai dengan adanya meningkatnya kadar gula darah dikarenakan tubuh kekurangan hormon insulin.

Kadar glukosa darah dipengaruhi oleh faktor yang tidak dapat dimodifikasi seseorang (gender, riwayat keluarga dengan diabetes, dan usia), faktor diet (tinggi energi, tinggi karbohidrat, tinggi lemak, tinggi protein, dan rendah serat), kurangnya aktivitas fisik, status gizi, hipertensi, serta pengetahuan mengenai gizi. Salah satu cara pencegahan Diabetes Melitus yaitu dengan melakukan deteksi dini penyakit diabetes melitus. Selain itu, tindakan skrining diabetes melitus yang dilakukan sedini mungkin juga berperan dalam pencegahan adanya komplikasi kronik dan penderita dapat menerima penanganan secara cepat dan tepat.

Tes Laboratorium untuk Diabetes Melitus

Tes laboratorium termasuk dalam skrining diabetes melitus, ada beberapa tes yang dapat digunakan untuk mendeteksi diabetes melitus, di antaranya:

  1. Tes Glukosa Puasa

Untuk mengukur kadar glukosa dalam darah setelah berpuasa selama minimal 8 jam.

  1. Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)

Tes ini dilakukan dengan mengukur kadar glukosa darah setelah seseorang mengonsumsi larutan yang mengandung 75 gram glukosa.

  1. Hemoglobin A1c (HbA1c)

Tes HbA1c mengukur rata-rata kadar gula darah selama 2 hingga 3 bulan terakhir. Kadar HbA1c lebih dari 6,5% menunjukkan diabetes melitus. Tes ini sangat berguna untuk memantau pengelolaan diabetes yang telah terdiagnosis.

  1. Tes Glukosa Darah Sewaktu

Untuk mengukur kadar glukosa darah pada waktu tertentu tanpa memperhatikan waktu makan sebelumnya.

Proses skrining diabetes melitus di laboratorium sangat sederhana. Pasien akan diminta untuk menjalani tes darah yang biasanya memerlukan sedikit darah dari pembuluh darah vena atau jari. Untuk tes tertentu, seperti tes glukosa puasa atau Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO), pasien harus berpuasa terlebih dahulu sebelum pengambilan sampel darah. Laboratorium akan menganalisis sampel darah dan memberikan hasil tes dalam waktu beberapa jam hingga beberapa hari, tergantung pada jenis tes yang dilakukan.

Jika hasil skrining laboratorium sudah keluar dan menunjukkan kemungkinan diabetes melitus, langkah berikutnya adalah konsultasi dengan dokter untuk diagnosis lebih lanjut dan perencanaan pengobatan. Diabetes melitus yang terdiagnosis perlu dikelola melalui perubahan gaya hidup, seperti diet sehat, olahraga teratur, dan penggunaan obat-obatan atau insulin sesuai kebutuhan.

Sumber:

  1. Skrining Penyakit Diabetes Melitus Dengan Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu Pada Lansia Di Desa Sumberjambe Kabupaten Jember. Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol.2, No.1 Februari 2024 e-ISSN: 2962-8687; p-ISSN: 2962-8717, Hal 32-241
  2. Patoisiologi, Skrining, dan Diagnosis Laboratorium Diabetes Melitus Gestasional. Liong Boy Kurniawan. CDK-246/ vol. 43 no. 11 th. 2016

https://media.neliti.com/media/publications/398823-patofisiologi-skrining-dan-diagnosis-lab-52cd90ed.pdf

Deskripsi :

Skrining Diabetes Melitus adalah serangkaian tes untuk mendeteksi keberadaan diabetes pada individu yang belum bergejala atau yang berisiko penyakit DM

Apakah informasi ini bermanfaat?
YaTidak
  • PreviGEN
  • Layanan
  • Promo
  • #BerdayaCegahHPV