Spondilitis Ankilosa: Penyebab, Gejala, dan penanganannya!

Spondilitis Ankilosa: Penyebab, Gejala, dan penanganannya!

Pernahkah merasakan nyeri punggung yang tak kunjung hilang, terutama di pagi hari? Bisa jadi itu adalah gejala Spondilitis Ankilosa, sebuah kondisi peradangan kronis yang menyerang tulang belakang dan sendi. Penyakit ini tidak hanya menyebabkan nyeri, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Artikel ini akan membahas penyebab, gejala, dan dampak Spondilitis Ankilosa pada tubuh, serta solusi untuk mengatasinya.  

Penyebab

Spondilitis Ankilosa, atau dikenal juga sebagai Ankylosing Spondylitis (AS), adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada sendi dan tulang belakang. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, faktor genetik seperti keberadaan gen HLA-B27 diduga berperan besar. Menurut penelitian, sekitar 5-6% orang yang memiliki gen ini berisiko terkena Spondilitis Ankilosa.  

Selain faktor genetik, lingkungan dan sistem kekebalan tubuh juga turut memengaruhi perkembangan penyakit ini. Peradangan kronis yang terjadi dapat menyebabkan tulang belakang menjadi kaku dan bahkan menyatu, sehingga membatasi pergerakan penderitanya.  

Gejala  

Gejala utama Spondilitis Ankilosa adalah nyeri punggung yang bersifat inflamasi. Berikut beberapa ciri khasnya:  

  • Nyeri yang Memburuk di Pagi Hari: Nyeri biasanya terasa lebih parah saat bangun tidur dan membaik setelah beraktivitas.  
  • Kekakuan pada Tulang Belakang: Penderita sering mengalami kesulitan membungkuk atau memutar tubuh.  
  • Nyeri pada Sendi Lain: Selain tulang belakang, sendi seperti pinggul, lutut, atau bahu juga bisa terkena.  
  • Gejala Ekstra-artikular: Beberapa penderita mengalami masalah di luar sendi, seperti radang mata (uveitis) atau gangguan pencernaan. 

Dampak Spondilitis Ankilosa pada Tubuh 

Jika tidak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:  

  • Kekakuan Permanen: Tulang belakang bisa menyatu dan kehilangan fleksibilitasnya.  
  • Masalah Pernapasan: Kekakuan pada tulang rusuk dapat membatasi ekspansi dada, sehingga memengaruhi pernapasan.  
  • Peningkatan Risiko Patah Tulang Belakang: Tulang yang rapuh lebih rentan terhadap patah tulang, terutama di area leher.  
  • Gangguan Kardiovaskular: Peradangan kronis dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. 

Solusi dan Penanganan Spondilitis Ankilosa 

Meskipun Spondilitis Ankilosa tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, penanganan yang tepat dapat membantu mengontrol gejala dan mencegah komplikasi. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:  

  • Terapi Obat: Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan obat biologis seperti TNF inhibitor sering digunakan untuk mengurangi peradangan.  
  • Fisioterapi: Latihan fisik teratur dapat membantu menjaga fleksibilitas tulang belakang dan mengurangi kekakuan.  
  • Pola Hidup Sehat: Menjaga berat badan ideal dan menghindari rokok dapat membantu mengurangi gejala. 

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter? 

Jika Anda mengalami gejala seperti nyeri punggung kronis, kekakuan, atau gangguan pernapasan, segera konsultasikan ke dokter. Pemeriksaan dini dapat membantu mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami melalui kontak Whatsapp yang tersedia. 

 

Referensi 

  1. Ankylosing Spondylitis – StatPearls – NCBI Bookshelf 
Apakah informasi ini bermanfaat?
YaTidak
  • PreviGEN
  • Layanan
  • Promo
  • #BerdayaCegahHPV