Studi Klinis Sekretom pada Pasien OA: Bukti yang Kian Kuat

Studi Klinis Sekretom pada Pasien OA Bukti yang Kian Kuat

Apakah lutut Anda terasa nyeri atau berbunyi “krek” saat menaiki tangga? Bisa jadi itu tanda osteoartritis (OA) — kondisi di mana tulang rawan sendi menipis, sendi meradang, dan pergerakan jadi terbatas. OA merupakan salah satu masalah sendi degeneratif paling sering dialami, terutama setelah usia 40 tahun. Selama ini, pengobatan OA lebih banyak berfokus pada meredakan nyeri daripada memperbaiki jaringan. Obat anti-nyeri, fisioterapi, hingga suntikan pelumas sendi memang bisa membantu, tetapi belum bisa menghentikan proses kerusakan sendi. Kini, harapan baru datang dari pendekatan regeneratif yang disebut terapi sekretom — sebuah inovasi yang tengah banyak diteliti oleh ilmuwan di seluruh dunia. 

 Apa Itu Sekretom? 

Sekretom dapat diibaratkan sebagai “cairan penyembuh alami” yang dihasilkan oleh sel punca (stem cell). Cairan ini kaya akan zat aktif seperti faktor pertumbuhan, protein penyembuh, sitokin, dan partikel mikro (eksosom) yang membawa pesan untuk meredakan peradangan dan memperbaiki jaringan yang rusak. 

Keunggulan sekretom dibanding terapi stem cell konvensional adalah sifatnya yang bebas dari sel hidup, sehingga lebih aman, tidak menimbulkan reaksi imun, dan lebih mudah distandarisasi. Karena itu, sekretom sering disebut sebagai bentuk terapi regeneratif masa depan. 

Bagaimana Sekretom Bekerja? 

Setelah disuntikkan ke area sendi yang bermasalah, sekretom akan bekerja seperti “kurir penyembuh” di tubuh. Ia mengirim sinyal untuk menenangkan peradangan, memperbaiki sel kondrosit yang rusak, dan merangsang produksi pelumas alami sendi. Dalam beberapa minggu, pasien biasanya mulai merasakan sendinya lebih ringan dan tidak sekaku sebelumnya [1][2]. 

Bukti Klinis yang Semakin Kuat 

Beberapa tahun terakhir, penelitian tentang sekretom menunjukkan hasil yang semakin menggembirakan. Sebuah studi dari Korea Selatan oleh Kim dan rekan (2023) menemukan bahwa sekretom yang dihasilkan dari fetal cartilage progenitor cells mampu menghambat peradangan dan memperbaiki kerusakan tulang rawan pada model osteoartritis. Menariknya, hasilnya bahkan lebih baik dibandingkan suntikan asam hialuronat yang selama ini digunakan sebagai pelumas sendi [3]. 

Hasil serupa juga dilaporkan oleh Zhang et al. (2024), yang meneliti sekretom dari sel punca jaringan lemak. Dalam penelitiannya, sekretom terbukti mampu menurunkan ekspresi gen peradangan dan meningkatkan produksi kolagen serta aggrecan, dua komponen penting penyusun tulang rawan sendi [4]. 

Lebih menggembirakan lagi, hasil positif kini mulai terlihat pada manusia. Dalam uji klinis yang dilakukan oleh Wang dan rekan (2025), pasien dengan OA lutut disuntik dengan eksosom dari sel punca tali pusat manusia. Hasil awal menunjukkan penurunan nyeri, pembengkakan, dan peningkatan fleksibilitas sendi tanpa efek samping serius [6]. 

Di Indonesia, Sebuah penelitian oleh Partan et al. (2023) yang diterbitkan di Journal of Clinical Medicine melibatkan 30 pasien OA lutut yang mendapatkan suntikan sekretom sel punca tali pusat (UC-MSC secretome) dibanding kelompok kontrol yang menerima asam hialuronat. Hasilnya, kelompok sekretom mengalami penurunan nyeri dan peningkatan fungsi sendi (WOMAC score) yang jauh lebih besar dalam 12 minggu. Selain itu, terdapat penurunan biomarker kerusakan sendi (MMP-3) dan peningkatan biomarker regenerasi (TGF-β1) tanpa efek samping serius. Studi ini menjadi salah satu bukti klinis bahwa sekretom aman dan efektif untuk OA [5]. 

Penelitian IMMUNA Trial (2025), juga melaporkan bahwa pemberian sekretom secara intramuskular aman dan menunjukkan tanda-tanda awal perbaikan nyeri serta mobilitas [8]. 

 Meskipun hasilnya sejauh ini menjanjikan, para ahli menekankan bahwa terapi sekretom masih dalam tahap awal pengembangan. Standar dosis, kualitas, dan protokol pemberiannya masih perlu disepakati bersama. WHO (2023) juga menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap terapi berbasis produk biologis untuk memastikan keamanan dan efektivitas [9]. 

Kesimpulan 

Sekretom membuka peluang besar dalam dunia pengobatan osteoartritis. Tidak hanya bekerja meredakan nyeri, terapi ini juga membantu tubuh memperbaiki diri dari dalam. Dengan bukti ilmiah yang kian kuat, terutama dari uji klinis manusia, sekretom bisa menjadi terapi regeneratif masa depan bagi penderita nyeri lutut akibat OA. 

 Referensi 

  1. Phinney, D. G., & Pittenger, M. F. (2017). Concise review: MSC-derived exosomes for therapy. Stem Cells, 35(4), 851–858. 
  2. Vizoso, F. J., Eiro, N., Cid, S., Schneider, J., & Perez-Fernandez, R. (2017). Mesenchymal stem cell secretome: Toward cell-free therapeutic strategies in regenerative medicine. International Journal of Molecular Sciences, 18(9), 1852. 
  3. Kim, H., Lee, J., Park, S., et al. (2023). Potential of secretome of human fetal cartilage progenitor cells as disease-modifying agent for osteoarthritis. Stem Cell Research & Therapy, 14(1), 245. 
  4. Zhang, L., Wang, Q., & Zhao, M. (2024). The therapeutic potential of adipose-derived MSC secretome in osteoarthritis. International Journal of Molecular Sciences, 25(20), 11287. 
  5. Partan, R. U., Putra, K. M., Kusuma, N. F., Darma, S., Reagan, M., Muthia, P., Radiandina, A. S., Saleh, M. G. I., & Salim, E. M. (2023). Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell Secretome Improves Clinical Outcomes and Changes Biomarkers in Knee Osteoarthritis. J Clin Med, 12(22), 7138. https://doi.org/10.3390/jcm12227138 
  6. Wang, Y., et al. (2025). Injection of human umbilical cord MSC-derived exosomes for treatment of knee osteoarthritis: from preclinical to clinical research. Journal of Translational Medicine, 23(1), 55. 
  7. ISAKOS Congress. (2025). Phase 1/2A Clinical Trial of IMMUNA Secretome Injection in Knee OA Patients. Abstract ID 19031. 
  8. World Health Organization. (2023). Cell and gene therapy products: Regulatory considerations. WHO Technical Report Series, No. 1049. 
Apakah informasi ini bermanfaat?
YaTidak
  • PreviGEN
  • Layanan
  • Promo
  • #BerdayaCegahHPV