Tidur Tak Nyenyak dan Mudah Lelah di Usia 40-an? NMN dan Peran NAD+ yang Perlu Anda Tahu

Banyak orang yang sudah memasuki usia 40-an ke atas mengeluhkan hal yang sama: tidur tidak sepulas dulu, bangun pagi tidak terasa segar, dan rasa lelah datang lebih cepat meski aktivitas tidak banyak berubah. Keluhan ini sering dianggap wajar karena usia — padahal ada penjelasan biologis yang lebih konkret di baliknya.
Seiring bertambahnya usia, kadar NAD+ dalam tubuh menurun secara alami. NAD+ adalah molekul yang berperan dalam produksi energi sel, perbaikan DNA, serta pengaturan jam biologis tubuh yang menentukan siklus tidur dan bangun. Ketika NAD+ berkurang, sel-sel tubuh — termasuk sel otak dan otot — tidak bisa bekerja dan memulihkan diri seefisien sebelumnya. Akibatnya muncul di permukaan sebagai tidur yang kurang berkualitas dan tubuh yang lebih mudah kelelahan.
NMN (Nicotinamide Mononucleotide) adalah senyawa yang membantu tubuh memproduksi kembali NAD+. Dan dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah uji klinis langsung pada manusia mulai menjawab pertanyaan penting: apakah mengembalikan kadar NAD+ melalui NMN benar-benar bisa memperbaiki tidur dan mengurangi kelelahan?
Apa yang Terjadi Saat Kita Tidur — dan Mengapa NAD+ Berperan di Sana
Tidur bukan sekadar istirahat pasif. Selama tidur, otak aktif membersihkan sisa-sisa metabolisme, sistem imun berkonsolidasi, dan hampir seluruh jaringan tubuh menjalani perbaikan yang bergantung pada energi seluler. Semua proses ini membutuhkan NAD+ yang cukup.
Lebih dari itu, NAD+ secara langsung mempengaruhi regulasi ritme sirkadian — jam biologis internal yang mengatur kapan tubuh merasa mengantuk dan kapan harus terjaga. Enzim kunci bernama SIRT1, yang bergantung pada NAD+ untuk bekerja, berperan dalam menyinkronkan ritme ini. Ketika kadar NAD+ turun dan SIRT1 kurang aktif, jam biologis mulai berjalan tidak teratur — yang sebagian menjelaskan mengapa banyak orang usia paruh baya ke atas mengalami tidur yang terfragmentasi, mudah terbangun di malam hari, dan merasa mengantuk di siang hari meski sudah tidur cukup lama.¹
Bukti dari Uji Klinis Langsung pada Manusia
Para peneliti di Jepang telah melakukan dua uji klinis yang secara langsung meneliti dampak NMN pada tidur dan kelelahan di populasi lanjut usia, keduanya dengan desain penelitian yang ketat.
Dalam studi pertama yang melibatkan 108 orang dewasa berusia di atas 65 tahun, para peserta diberi NMN atau plasebo selama 12 minggu. Salah satu temuan yang menonjol adalah bahwa kelompok yang mengonsumsi NMN di sore hari menunjukkan perbaikan paling signifikan: rasa kantuk di siang hari berkurang secara bermakna, dan kemampuan fisik tungkai bawah — yang erat kaitannya dengan kualitas tidur dan tingkat kelelahan — juga membaik. Temuan ini mengisyaratkan bahwa waktu konsumsi NMN mungkin tidak bisa diabaikan begitu saja.¹
Studi kedua, yang melibatkan 60 orang dewasa usia 65–75 tahun, memberikan gambaran yang lebih tajam lagi. Selama 12 minggu penelitian, kelompok yang tidak mengonsumsi NMN mengalami perlambatan kecepatan berjalan yang signifikan — sebuah penanda nyata penurunan fungsi fisik seiring usia. Sementara itu, kelompok yang mengonsumsi NMN berhasil mempertahankan kecepatan berjalannya tanpa perubahan berarti. Pada aspek tidur, kelompok NMN juga mencatat skor yang lebih baik pada kualitas tidur secara global dan mengalami lebih sedikit gangguan di siang hari akibat tidur yang buruk.² Dengan kata lain, NMN tidak hanya membuat tidur lebih baik — tetapi juga tampak memperlambat penurunan fisik yang menyertainya.
Satu hal yang menarik dari kedua studi ini: manfaat yang dirasakan bukan sesuatu yang muncul dalam hitungan hari. Perbaikan signifikan baru terlihat setelah 12 minggu konsumsi rutin — sebuah pengingat bahwa NMN bekerja dengan cara memulihkan kapasitas sel secara bertahap, bukan memberikan efek stimulan instan seperti kafein.
Apakah NMN Aman?
Pertanyaan keamanan tidak kalah penting dari pertanyaan manfaat. Sebuah uji klinis multicenter yang melibatkan 80 orang dewasa sehat berusia paruh baya menguji tiga dosis berbeda — 300 mg, 600 mg, dan 900 mg per hari — selama 60 hari. Seluruh 80 peserta menyelesaikan studi tanpa pelanggaran protokol dan tanpa efek samping serius yang ditemukan pada satu kelompok pun. Kadar NAD+ darah meningkat secara signifikan pada semua kelompok yang menerima NMN, dibandingkan plasebo.³
Gambaran keamanan yang konsisten ini menjadi salah satu landasan yang membuat NMN layak diteliti lebih lanjut sebagai pendekatan suplementasi jangka panjang.
Yang Masih Perlu Dijawab
Jujurnya, penelitian klinis NMN untuk tidur masih dalam tahap awal. Kedua studi tidur yang ada berskala relatif kecil dan dilakukan di Jepang, sehingga belum dapat digeneralisasi sepenuhnya untuk semua populasi. Perbaikan tidur juga merupakan hasil tambahan — bukan tujuan utama penelitian tersebut — sehingga diperlukan studi yang secara khusus dirancang untuk mengukur dampak NMN pada kualitas tidur sebagai prioritas utama.
Sebuah uji klinis multicenter bertujuan khusus untuk mengevaluasi NMN pada penderita insomnia kronik sudah didaftarkan dan protokolnya dipublikasikan di jurnal Trials pada 2023. Hasilnya ditunggu oleh komunitas ilmiah dan diharapkan memberikan jawaban yang lebih definitif.⁴
Kesimpulan
Bagi mereka yang mulai merasakan tidur yang kurang menyegarkan dan kelelahan yang tidak sebanding dengan aktivitas — terutama di usia paruh baya ke atas — penurunan NAD+ adalah salah satu faktor biologis yang patut dipertimbangkan. Uji klinis yang ada memberi sinyal bahwa NMN dapat membantu mempertahankan kualitas tidur dan vitalitas fisik seiring waktu, meski manfaatnya bekerja secara bertahap dan bukan pengganti gaya hidup sehat.
Apakah keluhan tidur atau kelelahan Anda berkaitan dengan penurunan NAD+? Tim dokter Klinik Utama Previ dapat membantu mengevaluasi kondisi Anda sebelum mempertimbangkan suplementasi apapun. Hubungi nomor Whatsapp yang tertera pada website resmi Klinik Utama Previ.
Referensi
- Kim, M., Seol, J., Sato, T., Fukamizu, Y., Sakurai, T., & Okura, T. (2022). Effect of 12-week intake of nicotinamide mononucleotide on sleep quality, fatigue, and physical performance in older Japanese adults: A randomized, double-blind placebo-controlled study. Nutrients, 14(4), 755. https://doi.org/10.3390/nu14040755
- Morifuji, M., Higashi, S., Ebihara, S., & Nagata, M. (2024). Ingestion of β-nicotinamide mononucleotide increased blood NAD levels, maintained walking speed, and improved sleep quality in older adults in a double-blind randomized, placebo-controlled study. GeroScience, 46(5), 4671–4688. https://doi.org/10.1007/s11357-024-01204-1
- Yi, L., Maier, A. B., Tao, R., Lin, Z., Vaidya, A., Pendse, S., Thasma, S., Andhalkar, N., Avhad, G., & Kumbhar, V. (2023). The efficacy and safety of β-nicotinamide mononucleotide (NMN) supplementation in healthy middle-aged adults: A randomized, multicenter, double-blind, placebo-controlled, parallel-group, dose-dependent clinical trial. GeroScience, 45(1), 29–43. https://doi.org/10.1007/s11357-022-00705-1
- Gao, X., Li, J., Xu, S., Gao, T., Liu, X., Zhao, J., Cao, J., Li, X., Wu, R., & Zhu, Y. (2023). Oral nicotinamide mononucleotide (NMN) to treat chronic insomnia: Protocol for the multicenter, randomized, double-blinded, placebo-controlled trial. Trials, 24, 340. https://doi.org/10.1186/s13063-023-07351-8