Tips Berpuasa Nyaman untuk Orang dengan GERD

Tips Berpuasa Nyaman untuk Orang dengan GERD

Apakah Anda penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yang khawatir gejala asam lambung akan kambuh saat berpuasa? Jangan khawatir! Studi terbaru menunjukkan bahwa puasa justru dapat membantu mengurangi gejala GERD. Artikel ini akan memberikan tips berpuasa nyaman untuk penderita asam lambung berdasarkan hasil penelitian terkini. Simak penjelasannya hingga selesai! 

Puasa Dapat Membantu Mengurangi Gejala GERD 

Menurut studi yang dilakukan oleh Bohamad et al. (2023), puasa selama Ramadan terbukti dapat mengurangi gejala GERD, terutama heartburn (rasa panas di dada) dan regurgitasi (naiknya asam lambung ke kerongkongan). Penelitian ini melibatkan 53 pasien GERD yang mengisi kuesioner tentang gejala mereka selama dan setelah Ramadan. Hasilnya, skor heartburn turun dari 17.9 selama Ramadan menjadi 14.3 setelah Ramadan, dan skor regurgitasi juga menurun dari 12.3 menjadi 9.9. 

Hindari Makan Berlebihan Saat Berbuka 

Meskipun puasa dapat membantu mengurangi gejala GERD, pola makan yang salah saat berbuka justru dapat memicu kambuhnya gejala. Studi ini menemukan bahwa makan dalam porsi besar atau terlalu dekat dengan waktu tidur dapat memperburuk heartburn. Sebaiknya, berbukalah dengan porsi sedang dan hindari makanan berlemak tinggi. 

Perhatikan Jenis Makanan yang Dikonsumsi 

Jenis makanan juga memengaruhi gejala GERD. Meskipun studi ini tidak menemukan hubungan signifikan antara jenis makanan dan gejala GERD, beberapa makanan seperti produk susu dan makanan manis cenderung meningkatkan skor heartburn dan regurgitasi. Sebaiknya, pilih makanan yang mudah dicerna dan hindari makanan yang memicu asam lambung. 

Jaga Jarak Antara Makan dan Tidur 

Salah satu temuan menarik dari studi ini adalah bahwa gejala heartburn yang membangunkan tidur berkurang setelah Ramadan. Hal ini mungkin disebabkan oleh perubahan pola makan dan tidur selama Ramadan. Untuk menghindari gejala GERD saat puasa, pastikan Anda tidak langsung tidur setelah makan. Beri jarak minimal 2-3 jam antara waktu makan dan tidur. 

Konsultasikan dengan Dokter Jika Gejala Berlanjut 

Jika gejala GERD Anda tidak membaik meskipun sudah mengikuti tips di atas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menentukan penyebab dan penanganan yang tepat. Anda juga bisa mempertimbangkan pemeriksaan kesehatan rutin untuk memantau kondisi lambung Anda. 

Manfaatkan Layanan Kesehatan Terdekat 

Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, Anda bisa memanfaatkan layanan kesehatan terdekat yang menyediakan pemeriksaan dan konsultasi terkait GERD. Dengan harga terjangkau, Anda bisa mendapatkan pelayanan yang komprehensif untuk menjaga kesehatan lambung Anda selama berpuasa. 

Puasa tidak harus menjadi sesuatu yang menakutkan bagi penderita GERD. Dengan mengatur pola makan dan menjaga jarak antara makan dan tidur, Anda bisa berpuasa dengan nyaman tanpa khawatir gejala asam lambung kambuh. Jika gejala berlanjut, kami menyediakan layanan penanganan GERD, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter  di klinik kami atau memanfaatkan layanan kesehatan klinik kami dengan menghubungi Whatsapp yang tersedia.  

 

Referensi:   

Bohamad, A. H., et al. (2023). Impact of Ramadan Fasting on the Severity of Symptoms Among a Cohort of Patients With Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Cureus, 15(3), e36831  

Apakah informasi ini bermanfaat?
YaTidak
  • PreviGEN
  • Layanan
  • Promo
  • #BerdayaCegahHPV