Vitamin Booster: Apa Bedanya NAD+ dengan Vitamin Biasa?
Pernah merasa tubuh tetap lesu meski sudah rutin konsumsi multivitamin?
Mungkin Anda butuh booster yang bekerja lebih dalam — bukan hanya pada kadar energi harian, tapi sampai ke tingkat sel. Salah satu terapi yang kini banyak dibicarakan dalam dunia medis regeneratif adalah NAD+ (nicotinamide adenine dinucleotide), molekul penting yang berperan dalam proses pembentukan energi dan perbaikan sel.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan NAD+ dengan vitamin biasa atau multivitamin yang beredar di pasaran?
NAD+ bekerja hingga ke tingkat seluler
Jika multivitamin konvensional berfungsi melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh seperti vitamin C atau B kompleks, NAD+ berperan sebagai koenzim utama dalam lebih dari 400 reaksi metabolisme seluler.
NAD+ mendukung kerja mitokondria—bagian sel yang bertugas menghasilkan energi (ATP) sehingga sel tubuh dapat berfungsi optimal. Seiring bertambahnya usia, kadar NAD+ di dalam tubuh menurun secara signifikan, dan kondisi ini dikaitkan dengan penuaan biologis serta gangguan metabolisme.
Sementara vitamin biasa hanya menggantikan zat yang hilang, terapi NAD+ membantu sel memproduksi energi lebih efisien dan menjaga keseimbangan metabolik.
NAD+ memperbaiki fungsi mitokondria dan kualitas tidur
NAD+ memiliki efek langsung pada fungsi sirtuin, enzim yang mengatur perbaikan DNA, metabolisme, serta ritme sirkadian tubuh.
Penelitian menunjukkan bahwa NAD+, dapat meningkatkan kualitas tidur dengan memperbaiki kerja gen sirkadian seperti BMAL1 dan PER2, serta meningkatkan fase tidur REM. Hal ini tidak ditemukan pada konsumsi multivitamin biasa, karena NAD+ bekerja di tingkat ekspresi gen dan regulasi metabolik, bukan sekadar menambah kadar vitamin dalam darah.
Efek jangka panjang: peremajaan dan perlindungan sel
Sebuah studi yang meneliti infus intravena NAD+ selama 6 jam pada manusia menunjukkan peningkatan kadar metabolit NAD+ di plasma dan urin beberapa jam setelah pemberian. Hasil ini menandakan bahwa NAD+ segera digunakan tubuh untuk mendukung perbaikan jaringan, menetralkan stres oksidatif, dan meningkatkan kapasitas sel dalam menghasilkan energi.
Efek jangka panjangnya termasuk peningkatan daya tahan tubuh, fungsi kognitif, dan proses regenerasi sel. Namun, seperti terapi lainnya, hasil optimal tetap memerlukan gaya hidup sehat dan pengawasan medis profesional.
Mengapa disebut vitamin booster?
Karena NAD+ bukan sekadar suplemen tambahan, melainkan booster metabolik yang mengaktifkan sistem energi di dalam sel. Jika multivitamin bekerja dari luar ke dalam, NAD+ bekerja sebaliknya — dari dalam sel untuk mendukung fungsi organ tubuh secara menyeluruh.
Kesimpulan:
Multivitamin membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dasar, tetapi NAD+ berperan lebih dalam sebagai pengatur energi dan peremajaan sel. Dengan pemantauan medis yang tepat, NAD+ dapat menjadi alternatif vitamin booster modern bagi Anda yang ingin menjaga vitalitas tubuh dan performa otak di era serba cepat ini.
Referensi:
Grant, R., Berg, J., Mestayer, R., Braidy, N., Bennett, J., Broom, S. and Watson, J., 2019. A pilot study investigating changes in the human plasma and urine NAD+ metabolome during a 6 hour intravenous infusion of NAD+. Frontiers in Aging Neuroscience, 11, p.257. https://doi.org/10.3389/fnagi.2019.00257
Weiss, C., 2025. Vitamin B3 ameliorates sleep duration and quality in clinical and pre-clinical studies. Nutrients, 17(1982). https://doi.org/10.3390/nu17121982
Xie, N., Zhang, L., Gao, W., Huang, C., Huber, P.E., Zhou, X., Li, C., Shen, G. and Zou, B., 2020. NAD+ metabolism: pathophysiologic mechanisms and therapeutic potential. Signal Transduction and Targeted Therapy, 5(227). https://doi.org/10.1038/s41392-020-00311-7
Yusri, K., Jose, S., Vermeulen, K.S., Tan, T.C.M. and Sorrentino, V., 2025. The role of NAD+ metabolism and its modulation of mitochondria in aging and disease. NPJ Metabolic Health and Disease, 3(26). https://doi.org/10.1038/s44324-025-00067-0