Vitamin Booster: Apakah NAD+ Bisa Membantu Daya Tahan Tubuh agar Tidak Mudah Sakit?
Pernah merasa cepat lelah meski sudah cukup tidur? Salah satu penyebabnya bisa jadi penurunan kadar NAD+ (Nicotinamide Adenine Dinucleotide) — molekul kunci yang ada di setiap sel tubuh. NAD+ berfungsi sebagai koenzim penting dalam pembentukan energi dan perbaikan sel.
Seiring bertambahnya usia, kadar NAD+ menurun secara alami hingga 50% setelah usia 40 tahun. Penurunan ini dapat berdampak pada performa mitokondria—“pembangkit energi” sel—dan sistem imun yang melemah, sehingga tubuh lebih mudah jatuh sakit.
Bagaimana Vitamin Booster NAD+ Mendukung Sistem Imun?
Dalam tubuh, NAD+ tidak hanya berperan pada metabolisme energi, tetapi juga mengatur aktivitas enzim penting seperti sirtuin dan PARP. Kedua enzim ini membantu perbaikan DNA, mengatur inflamasi, serta menjaga fungsi imun terhadap stres oksidatif.
Studi menunjukkan bahwa peningkatan NAD+ membantu menjaga homeostasis mitokondria—termasuk mitofagi (pembersihan mitokondria rusak) dan produksi antioksidan endogen. Kondisi ini membuat sel imun tetap efisien menghadapi infeksi dan mencegah peradangan kronis.
Bukti Klinis: NAD+ Infus dan Aktivitas Metabolik
Sebuah uji klinis awal oleh Grant et al. (2019) mengamati efek infus intravena NAD+ selama enam jam pada manusia. Hasilnya menunjukkan peningkatan ekskresi metabolit NAD+ seperti metil-nikotinamida (meNAM) dan penanda aktivitas enzim antioksidan di urin, yang menandakan NAD+ digunakan aktif oleh sel untuk melindungi dari stres oksidatif.
Meskipun studi ini bersifat eksploratif dan berukuran kecil, hasilnya mendukung teori bahwa peningkatan NAD+ dapat membantu tubuh beradaptasi terhadap kondisi stres metabolik dan meningkatkan daya tahan terhadap infeksi atau kelelahan akibat radikal bebas.
Apa Bedanya NAD+ dengan Vitamin B3 Biasa?
Secara alami, tubuh dapat memproduksi NAD+ dari berbagai bentuk vitamin B3 seperti niasin, nikotinamid, atau nicotinamide riboside (NR). Namun, menurut penelitian Xie et al. (2020), proses konversi ini melibatkan jalur kompleks dan menurun dengan bertambahnya usia. Suplementasi atau terapi berbasis NAD+ menjadi salah satu alternatif untuk menjaga keseimbangan energi dan fungsi imun.
Berbeda dengan vitamin biasa, NAD+ bekerja langsung di dalam sel sebagai cofactor pada lebih dari 400 reaksi enzimatik yang memengaruhi produksi energi, pertahanan antioksidan, dan pemulihan jaringan.
Apakah Vitamin Booster NAD+ Aman dan Bisa Mencegah Sakit?
Hingga saat ini, penelitian menunjukkan NAD+ dan prekursornya (seperti NR dan NMN) aman dalam dosis terapeutik. Efek samping yang umum bersifat ringan, seperti mual atau rasa hangat sesaat setelah infus.
Namun, penting untuk diingat bahwa NAD+ bukan pengganti vaksin, pola makan sehat, atau tidur yang cukup. Suplementasi NAD+ dapat menjadi pendukung sistem imun dan regenerasi energi, terutama bagi individu dengan beban kerja tinggi, kelelahan kronik, atau usia lanjut.
Kesimpulan
NAD+ berperan krusial dalam menjaga daya tahan tubuh melalui peningkatan fungsi mitokondria, antioksidan, dan perbaikan sel. Studi terkini menunjukkan bahwa meningkatkan kadar NAD+—baik melalui vitamin B3 maupun terapi infus NAD+—dapat membantu tubuh tetap bertenaga dan lebih tahan terhadap stres oksidatif penyebab mudah sakit.
Dengan dukungan konsultasi medis yang tepat, terapi NAD+ bisa menjadi salah satu bentuk vitamin booster modern untuk menjaga kebugaran dari dalam tubuh.
Referensi
- Yusri K. et al. (2025). The role of NAD+ metabolism and its modulation of mitochondria in aging and disease. npj Metabolic Health and Disease. https://doi.org/10.1038/s44324-025-00067-0
- Grant R. et al. (2019). A Pilot Study Investigating Changes in the Human Plasma and Urine NAD+ Metabolome During a 6 Hour Intravenous Infusion of NAD+. Front. Aging Neurosci., 11:257. https://doi.org/10.3389/fnagi.2019.00257
- Xie N. et al. (2020). NAD+ metabolism: pathophysiologic mechanisms and therapeutic potential. Signal Transduction and Targeted Therapy, 5:227. https://doi.org/10.1038/s41392-020-00311-7