Vitamin Booster: Apakah NAD+ Bisa Membantu Pemulihan Setelah Sakit Berat atau Operasi?
Setelah melewati masa sakit berat atau tindakan operasi, banyak orang merasa tubuhnya belum kembali seperti semula—mudah lelah, sulit fokus, dan stamina belum stabil.
Kondisi ini terjadi karena tubuh memerlukan waktu untuk memulihkan jaringan, menstabilkan sistem imun, dan menyeimbangkan kembali metabolisme energi. Di fase ini, fokus utama bukan hanya sembuh dari penyakit, tapi mengembalikan vitalitas tubuh agar dapat berfungsi optimal kembali.
Bagaimana Peran NAD+ dalam Fase Pemulihan?
NAD+ (Nicotinamide Adenine Dinucleotide) adalah molekul penting yang ada di setiap sel tubuh dan berperan dalam pembentukan energi serta perbaikan sel. Saat seseorang menjalani masa sakit panjang, kadar NAD+ di dalam sel bisa menurun. Peningkatan kadar NAD+ dapat mengoptimalkan fungsi mitokondria, menekan inflamasi, serta membantu proses regenerasi sel.
Karena itu, terapi NAD+ berpotensi membantu tubuh di fase pemulihan lanjut — ketika kondisi sudah stabil dan dinilai fit oleh dokter — untuk memperkuat sistem energi sel dan mempercepat pemulihan fungsi organ secara alami.
Bukti Ilmiah dari Studi NAD+
Penelitian menunjukkan bahwa pemberian NAD+ intravena meningkatkan metabolit aktif seperti meNAM dan NMN di darah dan urin setelah 6 jam infus, yang menandakan peningkatan aktivitas metabolisme. Studi juga menjelaskan bahwa NAD+ memegang peranan penting dalam proses penyembuhan sel dan perbaikan jaringan melalui pengaturan jalur sirtuin dan PARP.
Hasil ini memperkuat potensi NAD+ sebagai vitamin booster regeneratif untuk meningkatkan ketahanan dan kebugaran setelah tubuh pulih.
Kapan NAD+ Dapat Dipertimbangkan?
Terapi NAD+ dapat dipertimbangkan setelah fase penyembuhan selesai dan kondisi tubuh dinyatakan stabil oleh dokter. Biasanya pada individu yang:
- Telah pulih dari sakit berat atau operasi, dan ingin memperkuat stamina serta fungsi sel;
- Memasuki fase wellness recovery, dengan tujuan meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuh jangka panjang;
- Ingin menjaga kesehatan sel dan fungsi mitokondria setelah menjalani stres fisik berat.
Aman Bila Di bawah Pengawasan Dokter
Seperti terapi lainnya, infus NAD+ harus dilakukan di bawah pengawasan dokter, dengan evaluasi fungsi hati, ginjal, dan kondisi metabolik sebelum memulai.
Pendekatan ini memastikan bahwa terapi diberikan secara tepat indikasi dan aman, sehingga manfaatnya optimal untuk peremajaan energi dan sistem imun.
Kesimpulan
NAD+ bukan terapi untuk menyembuhkan penyakit atau menggantikan perawatan medis utama. Namun, pada fase pemulihan dan kondisi tubuh yang sudah fit, NAD+ dapat membantu regenerasi energi dan memperkuat daya tahan sel. Dengan evaluasi medis yang cermat, terapi ini menjadi bagian dari program vitamin booster modern untuk mendukung kebugaran dan pemulihan jangka panjang.
Referensi
- Yusri K. et al. (2025). The role of NAD+ metabolism and its modulation of mitochondria in aging and disease. npj Metabolic Health and Disease. https://doi.org/10.1038/s44324-025-00067-0
- Grant R. et al. (2019). A Pilot Study Investigating Changes in the Human Plasma and Urine NAD+ Metabolome During a 6 Hour Intravenous Infusion of NAD+. Front. Aging Neurosci., 11:257. https://doi.org/10.3389/fnagi.2019.00257
- Xie N. et al. (2020). NAD+ metabolism: pathophysiologic mechanisms and therapeutic potential. Signal Transduction and Targeted Therapy, 5:227. https://doi.org/10.1038/s41392-020-00311-7