Vitamin Booster: Perlu Cek Lab Dulu Sebelum Infus NAD+?
Belakangan, infus NAD+ (Nicotinamide Adenine Dinucleotide) makin populer sebagai terapi vitamin booster untuk energi dan daya tahan tubuh. NAD+ berperan penting dalam metabolisme sel, membantu pembentukan energi (ATP), serta mendukung fungsi mitokondria—pusat tenaga dalam tubuh.
Namun, sebelum langsung menjadwalkan infus NAD+, banyak yang bertanya: perlu cek lab dulu nggak sih? Pertanyaan ini penting, karena walaupun NAD+ adalah molekul alami, setiap orang memiliki kondisi metabolik dan kesehatan yang berbeda.
Mengapa Pemeriksaan Awal Diperlukan?
Studi terbaru menunjukkan bahwa kadar NAD+ dalam tubuh menurun seiring usia dan kondisi stres oksidatif. Namun, pada individu dengan gangguan metabolik (misalnya resistensi insulin, dislipidemia, atau gangguan hati), keseimbangan NAD+ juga bisa terganggu.
Pemeriksaan laboratorium sederhana berguna untuk memastikan tubuh siap menerima terapi ini. Hal ini karena proses metabolisme NAD+ melibatkan organ-organ tertentu dalam siklus energi dan detoksifikasi.
Apa yang Diperiksa Sebelum Infus NAD+?
Beberapa pemeriksaan yang disarankan sesuai pertimbangan dokter dan kondisi pasien meliputi:
- Profil fungsi hati (SGOT, SGPT): karena metabolisme NAD+ berhubungan dengan enzim hati.
- Fungsi ginjal (ureum, kreatinin): untuk menilai kemampuan ekskresi metabolit NAD+.
Penelitian oleh Xie et al. (2020) juga menekankan bahwa NAD+ berperan sebagai kofaktor pada lebih dari 400 reaksi enzimatik yang memengaruhi detoksifikasi, perbaikan DNA, dan imunitas. Karena itu, pemeriksaan awal membantu memastikan fungsi sistem tersebut optimal sebelum terapi dilakukan.
Apa yang Ditemukan dari Studi Infus NAD+?
Sebuah studi klinis oleh Grant et al. (2019) memantau perubahan metabolisme NAD+ selama infus intravena selama enam jam. Hasilnya, terjadi peningkatan aktivitas metabolit NAD+ seperti metil-nikotinamida (meNAM) dan penanda antioksidan.
Menariknya, penelitian ini juga menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk menstabilkan kadar NAD+ di plasma, menandakan proses metabolik aktif terjadi. Artinya, terapi ini bekerja sistemik—bukan sekadar “menambah energi instan”—dan harus dilakukan dalam kondisi tubuh yang sehat.
Jadi, Kapan Sebaiknya Dilakukan Cek Lab?
Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai rencana pemeriksaan laboratorium sebelum dilakukan infus NAD+. Jika hasilnya normal, infus NAD+ dapat dilakukan secara aman di bawah pengawasan tenaga medis.
Pendekatan ini juga membantu dokter menentukan dosis optimal, karena kebutuhan NAD+ berbeda pada tiap individu tergantung usia, gaya hidup, dan kondisi klinis.
Kesimpulan
Cek laboratorium sebelum infus NAD+ bukan hanya prosedur formal, tapi langkah bijak untuk memastikan terapi aman dan efektif. Dengan hasil pemeriksaan yang baik, tubuh akan lebih siap memanfaatkan manfaat NAD+ untuk meningkatkan energi seluler, daya tahan tubuh, dan fungsi regeneratif.
Referensi
- Yusri K. et al. (2025). The role of NAD+ metabolism and its modulation of mitochondria in aging and disease. npj Metabolic Health and Disease. https://doi.org/10.1038/s44324-025-00067-0
- Grant R. et al. (2019). A Pilot Study Investigating Changes in the Human Plasma and Urine NAD+ Metabolome During a 6 Hour Intravenous Infusion of NAD+. Front. Aging Neurosci., 11:257. https://doi.org/10.3389/fnagi.2019.00257
- Xie N. et al. (2020). NAD+ metabolism: pathophysiologic mechanisms and therapeutic potential. Signal Transduction and Targeted Therapy, 5:227. https://doi.org/10.1038/s41392-020-00311-7